Kementerian PU Tangani Darurat Pascabanjir Tol Tangerang–Merak KM 50 dan Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

katasatu.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Marga Mandalasakti melakukan penanganan cepat pascabanjir yang sempat menggenangi ruas Jalan Tol Tangerang–Merak KM 50. Penanganan darurat dilakukan dengan membangun tanggul sementara di sisi jalan tol menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) sepanjang kurang lebih 300 meter.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana hidrometeorologi. “Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir, baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar resiko dapat diminimalkan,” kata Menteri Dody.

Pemasangan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) bertujuan untuk menahan limpasan air agar tidak kembali menggenangi badan jalan tol. Saat ini ruas Tol Tangerang–Merak KM 50 yang merupakan akses krusial mobilisasi barang dan penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya, telah kembali pulih dan dapat dilalui secara aman oleh seluruh golongan kendaraan.

Selain pemulihan konektivitas jalan tol, BBWS C3 juga melakukan penanganan darurat di sejumlah wilayah di Banten yang terdampak banjir dan longsor akibat meningkatnya debit Sungai Cidurian. Sebanyak 2 unit mobile pump berkapasitas 250 liter/detik telah dikerahkan untuk mengatasi genangan di Pondok Pesantren Sabulussalam, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, guna memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga:  Kejar Rp 1,7 Triliun, HKA Perkuat Operasi dan Pemeliharaan Tol

Kepala BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian, Dedi Yudha Lesmana, mengatakan bahwa peralatan dan material kebencanaan telah disiapkan untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.

“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun, kami tetap memperhatikan kondisi lapangan, terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang paling tepat,” ujar Dedi.

Prasarana mobile pump masih disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi karena debit Sungai Cidurian masih relatif tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan susulan. Sementara itu, untuk longsor sepanjang 200 meter di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, yang menyebabkan runtuhnya 8 rumah warga, BBWS C3 melakukan perkuatan pada bibir sungai guna mencegah meluasnya kerusakan permukiman.

Pada penanganan darurat Sungai Cidurian, BBWS C3 melakukan perkuatan bibir sungai menggunakan metode pemasangan bronjong pada bagian tepi sungai. Bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi batu untuk menahan arus sungai, mengurangi tekanan tanah, serta mencegah terjadinya longsor lanjutan tanpa menghambat aliran air.

Baca Juga:  Salman Siswa SDN Benda Baru 01 Sabet Medali Emas di Ajang Internasional Pencak Silat 2025

Selanjutnya untuk penanganan jangka panjang, BBWS C3 telah menyiapkan desain tanggul permanen Sungai Cidurian melalui perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet serta pembangunan pintu air sebagai solusi pengendalian banjir yang lebih komprehensif.

BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait guna memastikan seluruh langkah penanganan darurat berjalan efektif, sehingga aktivitas masyarakat dan konektivitas wilayah dapat segera pulih secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita
PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek
Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar
KPK Bongkar Jejak ATM Penampung Setoran di BPN Jatim, Aliran Uang dari Kantah Diusut
Fasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong Terbongkar, Kalapas dan 4 Pejabat Dinonaktifkan
Nusron Wahid Tak Muncul di Sejumlah Agenda Usai OTT KPK, Ini Penjelasan ATR/BPN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:14 WIB

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:49 WIB

PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:48 WIB

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar

Berita Terbaru