TANGSEL, katasatu.id – Sejumlah orang tua siswa baru SMP Negeri 18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan adanya biaya pengadaan seragam yang disebut mencapai jutaan rupiah. Selain seragam, orang tua juga mempertanyakan adanya biaya psikotes bagi siswa baru.
Keluhan tersebut disampaikan karena sejumlah orang tua menilai besaran biaya yang harus dikeluarkan cukup memberatkan, sementara informasi mengenai rincian dan dasar pungutan psikotes dinilai belum jelas.
“Kami selaku orang tua siswa sangat keberatan dengan biaya seragam dan pungutan psikotes, karena belum jelas tentang biaya psikotes siswa baru,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, orang tua membutuhkan penjelasan secara terbuka mengenai rincian biaya, termasuk untuk apa saja dana tersebut digunakan dan apakah seluruh komponen pembayaran tersebut bersifat wajib.
Persoalan pungutan di sekolah negeri sebelumnya juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengimbau agar sekolah negeri tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada peserta didik baru.
“Semua sekolah, khususnya negeri yang ada di Tangsel, untuk tidak melakukan pungutan berbentuk apa pun,” ungkap Pilar.
Sementara itu, Kepala SMPN 18 Tangsel, Nurina, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait keluhan biaya seragam dan psikotes tersebut, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan.
Konfirmasi kepada pihak sekolah diperlukan untuk mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pengadaan seragam, rincian biaya, serta dasar pelaksanaan psikotes bagi siswa baru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SMPN 18 Tangsel mengenai besaran biaya maupun status pungutan tersebut.
(GT)
Editor : Glend













