Ratusan Balita di Tangsel Terindikasi Stunting, Pemkot Perkuat Intervensi

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN -Katasatu.id— Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sebanyak 879 anak terindikasi stunting berdasarkan hasil pengukuran terhadap 117.960 balita hingga Agustus 2026.

Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Publikasi Stunting Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 yang digelar di Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Rabu (16/9/2026).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, data hasil pengukuran tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menentukan penanganan secara lebih terarah hingga tingkat kecamatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pilar, pemerintah kini memiliki data berdasarkan nama dan alamat sehingga kondisi setiap anak dan keluarganya dapat ditelusuri untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

“Jadi kami mendapatkan informasi secara akurat jumlah by name, by address masyarakat atau anak-anak yang dalam kondisi stunting. Dan kita sebarkan data itu ke kewilayahan, khususnya ke kecamatan untuk diberikan langkah-langkah strategis,” ujar Pilar.

Baca Juga:  BPN Banten Serahkan Sertipikat PTSL Door to Door di Serang, Target 9.000 Bidang Tahun 2026

Pilar menjelaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama terhadap seluruh keluarga. Faktor kesehatan, pemenuhan gizi, kondisi lingkungan, sosial hingga ekonomi perlu diperhatikan.

Apabila persoalan yang ditemukan berkaitan dengan lingkungan, misalnya sanitasi, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui pembangunan septic tank. Sementara kondisi rumah yang tidak sehat, seperti minim pencahayaan, sirkulasi udara yang buruk atau kelembapan tinggi, dapat ditindaklanjuti melalui program bedah rumah.

Dari sisi kesehatan dan gizi, intervensi dilakukan melalui Dinas Kesehatan bersama Pos Gizi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.

Baca Juga:  Satpol PP Tangsel Bongkar Reklame Tak Berijin di Wilayah Serpong dan Sekitarnya

“Kalau di situ ternyata orang tuanya mengalami anemia, misalkan kekurangan sel darah merah dan kekurangan energi kronis, berarti penanganannya dari Dinas Kesehatan, Pos Gizi sebagai garda terdepan,” jelas Pilar.

Sementara persoalan sosial dan ekonomi akan dikoordinasikan bersama perangkat daerah dan unsur kewilayahan. Bentuk intervensinya dapat berupa bantuan pangan, dukungan sosial hingga mengarahkan keluarga kepada program yang dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi.

Pilar menegaskan, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Menurutnya, persoalan stunting memiliki faktor yang kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah.

“Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, karena faktor stunting itu sangat luas dan kompleks,” tuturnya.

Baca Juga:  Ketua FWJ Jakarta Barat Apresiasi Pelayanan dan Kinerja Tim Medis RSUD Batang

Selain penanganan terhadap anak yang sudah terindikasi stunting, Pemkot Tangsel juga menekankan pentingnya pencegahan sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dinas Kesehatan Tangsel sebelumnya juga menyebut penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi serta pendampingan keluarga berisiko sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.

Dengan data terbaru tersebut, Pemkot Tangsel mengarahkan penanganan tidak sekadar berdasarkan jumlah kasus, tetapi juga kondisi masing-masing keluarga agar intervensi yang diberikan dapat disesuaikan dengan faktor yang ditemukan di lapangan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pabrik Sawit Mini di Lebak Serap Panen Petani, Pasok Bahan Baku Bioenergi
Bangunan Lapangan Padel di Teras Kota Tangsel Diduga Belum Kantongi PBG, Satpol PP Lakukan Penyegelan dengan Gembok
Kasatpol PP Tangsel Buka Pelatihan Linmas: Kolaborasi Tugas dan Keimanan Kunci Pelayanan yang Baik
PWI Tangsel Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Awasi Dugaan Pelanggaran
Respon Cepat Linmas Satpol PP Tangsel Tangani Pohon Tumbang di Kali Angke, Warga Beri Apresiasi
Linmas Satpol PP Tangsel Dukung Penuh Giat Susur Sungai Ciputat
Audiensi Bersama PMII Cabang Serang, Polda Banten Dukung Pembangunan Jembatan Merah Putih 
Dari Denpasar ke Seluruh Bali, WiFi 7 Siap Ubah Cara Belajar Siswa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:13 WIB

Ratusan Balita di Tangsel Terindikasi Stunting, Pemkot Perkuat Intervensi

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:25 WIB

Pabrik Sawit Mini di Lebak Serap Panen Petani, Pasok Bahan Baku Bioenergi

Senin, 13 Juli 2026 - 07:32 WIB

Bangunan Lapangan Padel di Teras Kota Tangsel Diduga Belum Kantongi PBG, Satpol PP Lakukan Penyegelan dengan Gembok

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:01 WIB

Kasatpol PP Tangsel Buka Pelatihan Linmas: Kolaborasi Tugas dan Keimanan Kunci Pelayanan yang Baik

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:19 WIB

PWI Tangsel Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Awasi Dugaan Pelanggaran

Berita Terbaru

DKI Jakarta

PAM JAYA Genjot Layanan Air hingga 100%

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:42 WIB

Hukum & Kriminal

Bareskrim Bongkar Bisnis Tabung LPG Subsidi di Tangsel

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:13 WIB