TANGERANG, katasatu.id – Kreativitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Tangerang terus berkembang melalui program pembinaan kemandirian yang produktif dan bernilai ekonomi.
Salah satu hasil unggulannya adalah produk alas kaki dengan merek “Sepatu Rutira” (Rutan Tangerang Kreatif).
Sepatu Rutira merupakan hasil karya WBP yang mengikuti pembinaan keterampilan di Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Tangerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produk ini dibuat melalui proses pelatihan terstruktur, mulai dari pemilihan bahan, teknik menjahit, perakitan sol, hingga tahap finishing, dengan pendampingan petugas dan pembimbing keterampilan.
Dengan kualitas yang mampu bersaing di pasaran, Sepatu Rutira telah dipamerkan dalam sejumlah ajang, salah satunya di JIExpo Kemayoran, dan mendapatkan respons positif dari para pengunjung.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamudin, mengatakan bahwa program tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang tidak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk tetap produktif dan kreatif.
“Program produksi sepatu di Subseksi Bimbingan Kegiatan adalah bukti bahwa jeruji bukan penghalang produktivitas. Kami membekali warga binaan dengan keahlian nyata agar mereka memiliki bekal ekonomi dan rasa percaya diri saat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Irhamudin, Jumat (6/1/2026).
Menurutnya, pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
Melalui kegiatan ini, WBP dilatih untuk memiliki disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang baik.
Hasil produksi sepatu tersebut tidak sekadar menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warga binaan setelah bebas nantinya.
Rutan Kelas I Tangerang berharap, kehadiran Sepatu Rutira dapat membantu mengurangi stigma negatif terhadap warga binaan. Produk ini diharapkan menjadi simbol keberhasilan pembinaan pemasyarakatan yang mampu melahirkan karya kreatif, bernilai jual, dan kompetitif di pasar.
Editor : Glend














