TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Predikat kompeten yang diraih enam wartawan asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Banten Angkatan ke-28 dinilai harus diikuti dengan peningkatan kualitas karya jurnalistik.
Ketua PWI Tangsel Eko Nursanto mengatakan kompetensi wartawan bukan sekadar predikat yang diperoleh setelah mengikuti ujian. Status tersebut, kata dia, justru menjadi tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik.
“Jalankan tugas jurnalistik dengan baik. Menyandang status wartawan kompeten merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab,” kata Eko saat ditemui di Sekretariat PWI Tangsel, Kamis (24/9/2026) petang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eko juga menyampaikan apresiasi kepada enam wartawan Tangsel yang telah dinyatakan kompeten dalam UKW yang berlangsung di Aula Serbaguna Mapolda Banten, Selasa-Rabu (22-23/9/2026).
“Selamat kepada teman-teman wartawan dari Kota Tangerang Selatan yang sudah kompeten. Semoga setelah ini bisa bekerja lebih giat, lebih semangat, serta semakin memahami kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Menurut Eko, tantangan wartawan saat ini bukan hanya soal kecepatan menyampaikan informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut mampu menghasilkan berita yang akurat, melakukan verifikasi, serta memahami batas-batas etika jurnalistik.
Pesan serupa sebelumnya disampaikan Ketua PWI Banten Rian Nopandra. Ia menekankan pentingnya wartawan menghasilkan berita yang akurat, berimbang, terverifikasi, dan berpegang pada kode etik jurnalistik.
Salah satu peserta UKW, Glend, menilai proses uji kompetensi menjadi bagian penting untuk memperkuat profesionalisme wartawan di tengah perubahan ekosistem media.
“UKW bukan sekadar formalitas, melainkan pembuktian legalitas dan integritas jurnalis di tengah pesatnya era digital dan derasnya arus informasi,” kata Glend.
Bagi enam wartawan Tangsel tersebut, predikat kompeten menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas kerja jurnalistik. Tantangannya adalah membuktikan kompetensi itu melalui karya yang faktual, berimbang, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (Red)













