BP3 PP Tangerang Selatan dan Dinas Koperasi UKM Perkuat Ekosistem UMKM

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, katasatu.id — Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3 PP) Tangerang Selatan melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan dalam rangka membangun sinergi pengembangan serta penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tangerang Selatan.

Audiensi tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Bapak Bachtiar Priyambodo, bersama Bapak Djaka Badranaya selaku Kepala Bidang Kewirausahaan, Ibu Carolina Darmawati selaku Kepala Bidang Pemberdayaan UKM, serta Bapak Irfan dari Bagian Koperasi.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 144.000 UKM yang telah terdata di Kota Tangerang Selatan. Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memastikan UMKM memiliki akses terhadap peningkatan kapasitas, pasar, permodalan, dan legalitas usaha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BP3 PP memperkenalkan sejumlah program yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, di antaranya Networking Night, Business Matching, dan program Tangsel 1000.

Baca Juga:  JARI 98 Tangsel Doakan Kapolri, Singgung Krisis Sampah Cipeucang

Networking Night dirancang sebagai forum yang mempertemukan regulator, perbankan atau lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha. Sementara Business Matching diarahkan untuk mempertemukan para pengusaha dan pelaku UKM sehingga terbentuk hubungan bisnis, rantai pasok, serta ekosistem usaha yang saling menguatkan.

Adapun melalui Tangsel 1000, BP3 PP menargetkan pembinaan terhadap 1.000 pelaku usaha dengan membangun sinergi bersama Dinas Koperasi dan UKM.

Dinas Koperasi dan UKM menilai terdapat tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan bagi pelaku UKM, yakni SDM, pemasaran, dan permodalan.

“Penguatan SDM membutuhkan pelatihan, pemasaran dapat didorong melalui business matching, sementara permodalan dapat diperkuat melalui networking dengan lembaga pembiayaan,” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam audiensi.

Selain pengembangan usaha, aspek legalitas juga menjadi perhatian. Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa NIB dan legalitas usaha merupakan fondasi penting bagi keseriusan pelaku usaha. Saat ini terdapat sekitar 105.000 pengusaha yang telah memiliki NIB, dan Dinas Koperasi dan UKM tengah melakukan clustering untuk memetakan pelaku usaha berdasarkan karakteristik dan tahap perkembangan bisnisnya.

Baca Juga:  Tak Libatkan Media Lokal, Acara Ramadan Tangcity Mall Disorot PWI Kota Tangerang

Program legalitas yang menjadi perhatian antara lain NIB, sertifikasi halal, rekomendasi PIRT, serta HAKI. Sertifikasi halal juga menjadi salah satu program yang sedang didorong oleh Dinas Koperasi dan UKM.

Dalam audiensi tersebut, Dinas Koperasi dan UKM juga membuka peluang pemanfaatan aula dinas untuk kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha. Meskipun demikian, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan sehingga kolaborasi antarpihak menjadi penting dalam pelaksanaan program.

Dinas Koperasi dan UKM juga memperkenalkan keberadaan Tangsel Entrepreneur Hub yang selama tiga tahun dikembangkan dengan tiga fokus, yaitu Hub Finance, Hub Marketing, dan Hub Development.

Untuk memperluas jangkauan pembinaan, BP3 PP dinilai dapat mengambil peran melalui talent scouting, khususnya untuk menjaring pelaku usaha potensial yang kemudian dapat diarahkan masuk ke program pembinaan Dinas Koperasi dan UKM.

Selain itu, pelibatan komunitas UKM hingga tingkat kelurahan dinilai penting agar program pembinaan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Baca Juga:  Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK

Audiensi juga membahas tantangan berupa banyaknya program pembinaan yang berpotensi tumpang tindih antarlembaga, mengingat terdapat 21 subsektor usaha yang membutuhkan pola pembinaan yang berbeda. Karena itu, pemetaan dan clustering pelaku usaha menjadi penting agar intervensi pembinaan dapat lebih tepat sasaran.

Ke depan, sinergi BP3 PP dan Dinas Koperasi dan UKM diharapkan dapat berkembang melalui Forum Kewirausahaan Daerah serta berbagai program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.

BP3 PP Tangerang Selatan menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, perbankan, dan lembaga pembiayaan merupakan kunci untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat.

Melalui program Tangsel 1000, Business Matching, dan Networking Night, BP3 PP berharap semakin banyak pelaku usaha Tangerang Selatan yang naik kelas, memiliki legalitas, memperluas pasar, serta memperoleh akses permodalan yang lebih baik.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru