PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat

- Penulis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiri ke Kanan : Kepala Desa Lifuleo Swingly Say; Perwakilan Kecamatan Kupang Barat Janti Tumbonat; Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Kupang I Made Dedik Parnanda Satriadi ; dan Asisten Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN EPI Timotius Robert dalam Kick Off  Kajian Sosial Kawasan Project Gasifikasi PLTMG Kupang di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT.

i

Kiri ke Kanan : Kepala Desa Lifuleo Swingly Say; Perwakilan Kecamatan Kupang Barat Janti Tumbonat; Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Kupang I Made Dedik Parnanda Satriadi ; dan Asisten Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN EPI Timotius Robert dalam Kick Off Kajian Sosial Kawasan Project Gasifikasi PLTMG Kupang di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT.

katasatu.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memulai kajian sosial di sekitar proyek gasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kajian dilakukan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi, potensi usaha lokal, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan yang selaras dengan pengembangan infrastruktur energi.

Kajian diawali melalui kick-off meeting yang melibatkan PLN EPI, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kupang, pemerintah kecamatan dan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat keamanan, serta tokoh masyarakat Desa Lifuleo.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pelibatan masyarakat sejak tahap awal penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan seiring dengan berlangsungnya proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang kami lakukan bukan hanya melihat proyeknya, tetapi juga memahami kondisi masyarakat di sekitarnya. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dan pada saat yang sama ingin memastikan keberadaan kegiatan PLN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mamit.

Baca Juga:  Ajang Bergengsi IMPSC 2025, 10 Negara Ambil Bagian Satu Abad Gontor  Bergengsi IMPSC 2025, 10 Negara Ambil Bagian Satu Abad Gontor 

“Harapannya, sinergi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar proyek dapat berjalan dengan baik, sementara manfaat dari keberadaan proyek juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kajian akan memetakan sejumlah potensi dan kebutuhan masyarakat, antara lain budidaya rumput laut, ekosistem dan biota laut, pengembangan UMKM termasuk tenun ikat khas NTT, serta kebutuhan sarana dasar seperti air bersih, pendidikan, dan kesehatan. Hasil pemetaan akan menjadi salah satu dasar PLN EPI dalam menentukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Kupang I Made Dedik Parnanda Satriadi mengatakan keandalan pembangkit dan dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan kelistrikan. Seluruh proses bisnis ketenagalistrikan mulai dari pembangkitan, transmisi hingga distribusi saling berkaitan dan membutuhkan komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Baca Juga:  Inggris dan Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Global Fund untuk Akhiri HIV, TBC, dan Malaria

“Kalau pembangkitnya bagus dan andal, kami di sisi pelayanan juga akan lebih mudah menjaga keandalan listrik kepada masyarakat. Karena itu, setiap pengembangan infrastruktur perlu dikomunikasikan dengan baik agar mendapat dukungan masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujar I Made.

Perwakilan Kecamatan Kupang Barat, Yanti Tumpu Nati menyampaikan dukungan terhadap kajian sosial tersebut dan berharap hasil pemetaan dapat menjadi dasar pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Lifuleo.

“Sebagai pemerintah, kami sangat mendukung kegiatan yang bersentuhan langsung dengan PLN dan masyarakat. Kami berharap kajian ini dapat menangkap kebutuhan dan potensi masyarakat Desa Lifuleo sehingga program yang nantinya dikembangkan benar-benar tepat sasaran, bermanfaat, dan dapat berkelanjutan,” kata Yanti.

Baca Juga:  Sultan Najamudin: DPD RI Berkewajiban Kawal Ketahanan Pangan

Gasifikasi Perkuat Keandalan Energi NTT

PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 megawatt (MW) di Desa Lifuleo merupakan salah satu infrastruktur pembangkitan yang mendukung keandalan sistem kelistrikan NTT. Sejalan dengan program gasifikasi pembangkit, PLN EPI mendukung kesiapan rantai pasok energi primer melalui pengembangan infrastruktur dan penyediaan gas bumi, termasuk LNG, untuk memperkuat keandalan pasokan sekaligus mendukung efisiensi pembangkitan dan transisi energi.

Melalui kajian sosial ini, PLN EPI mendorong agar pengembangan infrastruktur energi tidak hanya memperkuat keandalan kelistrikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendorong kemandirian masyarakat sekitar. Dengan demikian, pembangunan energi dapat tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan manfaat sosial, ekonomi, serta lingkungan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek
Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar
KPK Bongkar Jejak ATM Penampung Setoran di BPN Jatim, Aliran Uang dari Kantah Diusut
Fasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong Terbongkar, Kalapas dan 4 Pejabat Dinonaktifkan
Nusron Wahid Tak Muncul di Sejumlah Agenda Usai OTT KPK, Ini Penjelasan ATR/BPN
Kementerian PU Terapkan Asbuton A30, Perkuat Kemandirian Material Konstruksi Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:14 WIB

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:49 WIB

PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:48 WIB

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar

Berita Terbaru