Prabowo Jangan Blunder, Habib Umar Alhamid : Perhatikan Aspirasi Hak Rakyat

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Katasatu.id – JAKARTA, — Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinetnya agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang menyangkut langsung kebutuhan dasar rakyat. Menurutnya, blunder dalam hal pemenuhan hak-hak rakyat berpotensi memicu ketidakpuasan publik yang berujung pada gelombang demonstrasi besar.

Habib Umar menegaskan, pemerintah seharusnya belajar dari dinamika politik dan sosial yang memanas belakangan ini, khususnya pasca demonstrasi besar pada akhir Agustus lalu yang berujung ricuh di sejumlah titik. Ia menyebutkan bahwa demonstrasi tersebut tidak bisa hanya dipandang dari kacamata keamanan semata, tetapi harus dipahami sebagai sinyal keras dari rakyat terhadap beban hidup yang semakin berat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan hanya melihat siapa dalang di balik demo atau siapa penumpang gelapnya. Itu urusan aparat. Tetapi yang harus ditangkap adalah pesan rakyat: mereka sudah menjerit dengan beban hidup sehari-hari. Kalau rakyat mapan dan sejahtera, tidak akan ada yang mau turun ke jalan,” ujar Habib Umar Alhamid dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga:  Adi Surya: Setiap Hari Adalah Momentum Pemilu bagi PDIP Tangsel

Habib Umar merinci sejumlah persoalan yang menurutnya menjadi titik rawan kegaduhan sosial jika tidak segera ditangani pemerintah.

Pertama, Kebutuhan pokok: harga sembako, beras, gula, minyak goreng, serta ketersediaan listrik, gas, dan air (PAM).

Kedua, Kepemilikan tanah dan bangunan: pajak bumi dan bangunan (PBB) yang membebani rakyat kecil, hingga wacana pencabutan hak atas tanah yang tidak dipakai.

Ketiga, Biaya pendidikan dan iuran daerah: kewajiban rutin seperti uang sekolah dan iuran daerah yang dianggap semakin masif dan membebani keluarga berpenghasilan rendah.

Baca Juga:  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Menurutnya, wacana pencabutan hak atas tanah karena tidak dipakai atau keterlambatan pembayaran PBB akibat kesulitan ekonomi, adalah bentuk kebijakan yang bisa memantik perlawanan rakyat.

“Jangan sampai rakyat kehilangan hak tanah hanya karena tidak punya uang untuk bayar pajak. Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan yang menambah penderitaan masyarakat,” tegasnya.

Habib Umar menilai tragedi bentrokan antara aparat dan massa aksi pada 25–29 Agustus lalu harus dijadikan pelajaran penting. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan betapa rapuhnya komunikasi antara pemerintah dan rakyat ketika kebijakan tidak berpihak pada kepentingan publik.

Ia mengingatkan, akar demonstrasi adalah keresahan rakyat, bukan semata-mata ulah aktor politik yang menunggangi. Karena itu, pemerintah dan DPR sebagai pembuat kebijakan perlu membuka mata dan telinga terhadap suara rakyat.

Baca Juga:  The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation

“Kalau kebutuhan dasar rakyat terjamin, demo-demo tidak akan mendapat sambutan luas. Jangan sampai tragedi kemarin terulang, itu luka bangsa yang mestinya jadi peringatan bagi pemerintah,” tambah Habib Umar.

Gentari melalui Habib Umar mendorong Presiden Prabowo agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi dan sosial, terutama yang berdampak langsung terhadap pengeluaran harian dan bulanan masyarakat. Ia menekankan, keberhasilan pemerintah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik atau proyek besar, tetapi dari kemampuan meringankan beban rakyat kecil.

“Rakyat tidak butuh retorika besar, yang mereka harapkan adalah harga sembako terjangkau, listrik dan air tidak naik, anak bisa sekolah tanpa terbebani iuran macam-macam. Itu ukuran nyata keberhasilan pemerintah,” tutup Habib Umar.

(Nn/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDIP Serpong Perkuat Soliditas di Ajang Silaturahmi Ramadan dan Bagikan Sarung untuk Relawan
Adi Surya: Setiap Hari Adalah Momentum Pemilu bagi PDIP Tangsel
Hari Tani Nasional 2025, PDIP Tangsel Gelar Diskusi Ketahanan Swasembada Pangan
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation
Berita ini 187 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 02:27 WIB

PDIP Serpong Perkuat Soliditas di Ajang Silaturahmi Ramadan dan Bagikan Sarung untuk Relawan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:28 WIB

Adi Surya: Setiap Hari Adalah Momentum Pemilu bagi PDIP Tangsel

Rabu, 24 September 2025 - 10:41 WIB

Hari Tani Nasional 2025, PDIP Tangsel Gelar Diskusi Ketahanan Swasembada Pangan

Kamis, 4 September 2025 - 04:46 WIB

Prabowo Jangan Blunder, Habib Umar Alhamid : Perhatikan Aspirasi Hak Rakyat

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Wanita Tewas di Serpong, Mantan Suami Siri Ditangkap Hitungan Jam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 03:35 WIB

Tangerang Raya/Banten

Tangsel Bidik Juara Umum di Porprov Banten 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 08:47 WIB