Bangun Generasi Indonesia Emas, Tangsel Gaungkan Pendidikan Antikorupsi di Usia Dini

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, katasatu.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Inspektorat kembali memperkuat komitmen pendidikan antikorupsi sejak dini dengan menyelenggarakan Festival Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.

Kegiatan yang digelar pada Kamis, 27 November 2025, di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, ini melibatkan ratusan pelajar tingkat SD dan SMP dalam lomba mewarnai dan menggambar bertema antikorupsi.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa peringatan Hakordia menjadi bagian dari upaya panjang menumbuhkan karakter jujur pada generasi penerus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya menekankan bahwa anak-anak perlu diperkenalkan pada konsep antikorupsi melalui metode yang menyenangkan, agar nilai tersebut mudah dipahami dan melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

“Ini adalah upaya kita untuk menanamkan nilai antikorupsi sejak dini kepada anak-anak kita. Dan mudah-mudahan Indonesia Emas ke zaman mereka, mereka sudah tumbuh menjadi anak-anak yang pandai, cerdas, dan seterusnya. Di manapun mereka akan berkiprah, sebagai apapun mereka nanti menjadi orang, nilai antikorupsi itu sudah bisa ditanamkan,” ujar Benyamin.

Wali Kota Benyamin saat bersama anak-anak pelajar SD dan SMP.
Wali Kota Benyamin saat bersama anak-anak pelajar SD dan SMP.

Benyamin juga menjelaskan bahwa dalam menggambar dan mewarnai, anak-anak dilatih untuk mengikuti aturan, teliti, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaan mereka.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Kota Tangsel dan PWI Sinergi Perkuat Literasi dan Transparansi Informasi

Ia menegaskan bahwa proses sederhana seperti tidak melewati garis dalam mewarnai adalah bentuk kecil dari kejujuran dan kedisiplinan, serta dapat melatih kemampuan otak kanan yang berperan dalam kreativitas, ketelitian, dan pengambilan keputusan.

“Dengan cara menggambar, mewarnai ini, tidak boleh lewat garis, itu juga sudah suatu kejujuran. Karena dia tidak akan mendapat nilai kalau lewat garis. Menggambar, diwarnai, kemudian dia tidak lewat garis, itu hasil dari otak kanan. Nah, otak kanan ini menjadi penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua dan pendamping untuk turut serta menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak-anak, karena pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah.

Baca Juga:  Heboh Dugaan Pencabulan di SD Tangsel, Guru Wali Kelas Resmi Dinonaktifkan

Kata Benyamin, ajakan antikorupsi harus hadir dalam keseharian anak, baik melalui contoh perilaku maupun kebiasaan kecil yang jujur.

“Kita menanamkan nilai, tolong bantu kita untuk bertumbuh menjadi generasi-generasi yang antikorupsi ke depannya. Bukan hanya sekadar menggambar, mewarnai, dan lain sebagainya, tapi kita menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini. Makanya anak-anak silakan bebas menggambar apa, tuangkan imajinasi dan gunakan otak kanan kalian,” pungkasnya.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masa Penugasan Kepsek Dibatasi 4 Tahun, Disdik Tangsel Diminta Perjelas Nasib Kepala Sekolah Aktif
Ortu Keluhkan Biaya Psikotes dan Seragam SMPN 18 Tangsel hingga Ratusan Ribu
Polemik SMPN 25 Tangsel, Pemkot Janji Temui Warga
Lulus Nilai A, Perjuangan Mahasiswa UNIMED Raih Beasiswa Jadi Inspirasi
Sengketa Aset SDIP-TKIP Pamulang Berlanjut, Yayasan dan UIN Jakarta Saling Buka Suara
Ketua Dikdasmen Tangsel: Pendidikan Harus Unggul, Adaptif, dan Berakhlak
Ahmad Taofik: Pendidikan Harus Seimbang Karakter dan Teknologi
1.036 Siswa SDN 02 Jombang Ciputat Terima MBG Perdana, Wali Murid Minta Evaluasi Menu dan Transparansi Gizi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Masa Penugasan Kepsek Dibatasi 4 Tahun, Disdik Tangsel Diminta Perjelas Nasib Kepala Sekolah Aktif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Ortu Keluhkan Biaya Psikotes dan Seragam SMPN 18 Tangsel hingga Ratusan Ribu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Polemik SMPN 25 Tangsel, Pemkot Janji Temui Warga

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:34 WIB

Lulus Nilai A, Perjuangan Mahasiswa UNIMED Raih Beasiswa Jadi Inspirasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:42 WIB

Sengketa Aset SDIP-TKIP Pamulang Berlanjut, Yayasan dan UIN Jakarta Saling Buka Suara

Berita Terbaru