Proyek Pagar Gedung Seni Kota Tangerang Tanpa SOP? Pengawasan APBD Dipertanyakan

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG, katasatu.id — Dugaan lemahnya pengawasan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kembali mencuat di Kota Tangerang. Proyek pembangunan pagar Gedung Seni dan Budaya yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) didapati berjalan tanpa standar operasional prosedur (SOP) yang semestinya, bahkan tanpa kehadiran pelaksana proyek di lapangan.

Pada Selasa, 2 Desember 2025, tim investigasi media melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Dari hasil observasi, proyek yang menggunakan dana publik tersebut terlihat beroperasi tanpa kontrol yang memadai.

Tidak tampak pengawas lapangan, penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) nyaris nihil, dan koordinasi antarpekerja dilakukan seadanya.

Salah satu pekerja bernama Agus bahkan secara terbuka menyebutkan bahwa tidak ada penanggung jawab yang hadir.

“Di sini cuma pekerja semua, Bang. Hari ini juga nggak ada pelaksananya,” ungkapnya.

Temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa Disbudpar Kota Tangerang telah lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan. Padahal, proyek fisik yang dibiayai APBD seharusnya berada di bawah pengawasan ketat, mengingat seluruh anggarannya bersumber dari pajak masyarakat.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) langsung bereaksi keras. Mereka menilai tidak adanya pengawasan adalah bukti bahwa tata kelola APBD di tubuh Disbudpar sedang bermasalah.

Baca Juga:  Satpol PP Tangsel Gelar Sidang, Empat Penjual Miras Jalani Tipiring di Pengadilan Negeri Kota Tangerang

Ketua salah satu LSM pegiat transparansi anggaran di Kota Tangerang menegaskan:

“Ini bukan sekadar kelalaian teknis. Ini indikasi pembiaran. Ketika proyek APBD tak diawasi, maka integritas OPD patut dipertanyakan. Jangan sampai publik melihat ini sebagai pola, bukan kejadian tunggal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi kerugian negara apabila proyek dibiarkan berjalan tanpa kontrol profesional.

“Jika kinerja pengawasan seperti ini dibiarkan, maka akan terbentuk budaya buruk di internal pemerintah. APBD bisa habis tanpa kualitas pekerjaan yang terjamin,” tambahnya.

Pemerintah Kota Tangerang pun dinilai tidak boleh sekadar menonton. Keterlibatan wali kota sebagai penanggung jawab tata kelola pemerintahan daerah dinilai penting demi mencegah kecacatan anggaran di lingkup OPD lain.

Baca Juga:  Marhadi Siap Bertarung Sportif Rebut Kursi Ketua Kadin Tangsel

Hingga laporan ini diterbitkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang tidak memberikan jawaban ataupun klarifikasi atas temuan di lapangan—sebuah sikap diam yang semakin memperkuat kecurigaan publik.

Masyarakat Kota Tangerang berharap pemerintah segera turun, memeriksa, dan memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar digunakan secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab.

Sebab, dana tersebut bukan milik segelintir pihak, melainkan jerih payah pajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat di Kota Tangerang

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru