TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Kebakaran hebat menghanguskan bengkel motor Hendri Motor yang berlokasi di Jalan Benda Raya, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa terjadi saat aktivitas bengkel tengah berjalan dan melayani pelanggan. Sedikitnya 12 karyawan berada di lokasi ketika api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar.
Asap tebal pertama kali terlihat dari bagian atap belakang bangunan. Api diduga berasal dari kabel induk yang berada di area tersebut sebelum akhirnya menjalar dan melalap seluruh bangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat itu asap tebal muncul dari arah atap belakang. Kami sempat mencoba memadamkan api pakai APAR, tapi api sudah terlalu besar. Kami panik dan hanya bisa menyelamatkan barang seadanya,” kata Apin, salah satu karyawan.
Pemilik bengkel, Hendri, mengaku mengetahui kejadian tersebut saat dalam perjalanan. Saat tiba di lokasi, kondisi bangunan sudah hampir seluruhnya hangus terbakar.
“Saya mengalami kerugian sekitar Rp3,5 miliar lebih. Apalagi baru saja menambah stok sparepart setelah hari raya,” ujarnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dengan sekitar 65 personel untuk menjinakkan api.
Setelah proses pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan guna mencegah api kembali menyala.
Komandan regu Damkar Pos Pamulang, Abdul Rozak, mengatakan pihaknya turut melakukan pendataan terhadap barang-barang yang terbakar serta menelusuri sumber api.
“Kami fokus pada pemadaman, pendinginan, dan inventarisasi kerugian serta penyebab awal kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Pamulang bersama Polres Tangerang Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tiga orang saksi juga telah dimintai keterangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tim laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Hasilnya akan kami laporkan ke pimpinan,” ujar AKP Said Lubis.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Reporter : Nadih
Editor : Glend














