TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Kepedulian terhadap kondisi lingkungan di Kota Tangerang Selatan terus digaungkan berbagai elemen masyarakat.
Forum Potensi Tangsel bersama Forum Peduli Sungai Ciputat bakal menggelar aksi susur Sungai Ciputat pada 31 Mei 2026 mendatang.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah relawan, komunitas Mapala, NGO, hingga masyarakat sekitar bantaran sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk sinergi lintas komunitas dalam menjaga lingkungan sekaligus memetakan persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Tangsel.
Ketua Forum Peduli Sungai Ciputat, Ahmad Mutaqin, mengatakan kegiatan itu akan difokuskan pada monitoring kondisi sungai yang melintasi tiga kecamatan, yakni Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari titik pendangkalan, tumpukan sampah, penyempitan aliran, hingga lokasi rawan longsor yang selama ini menjadi penyebab banjir,” ujar Mutaqin, Selasa (27/5/2026).
Menurutnya, masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciputat menjadi pihak yang paling merasakan dampak banjir saat musim hujan tiba. Karena itu, kata dia, diperlukan keterlibatan semua pihak agar penanganan persoalan sungai dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Sebagai masyarakat terdampak, kami merasa perlu ikut bergerak. Harapannya kegiatan ini bisa membuka kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga sungai dan lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Forum Potensi Tangsel, Dudi Iskandar, menegaskan aksi susur sungai tersebut bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan menjadi langkah awal membangun kepedulian terhadap kondisi Sungai Ciputat yang dinilai semakin memprihatinkan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memetakan persoalan di lapangan secara nyata. Nanti hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi bersama agar ada solusi konkret untuk mengurangi banjir di Tangsel,” jelas Dudi.
Ia berharap kolaborasi antara masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemerintah dapat terus terjalin demi menjaga kelestarian Sungai Ciputat serta meminimalisir potensi bencana di kawasan permukiman warga.














