Mahasiswa Geruduk KCD Pendidikan Banten, Desak Sekolah Pungli Ditindak Tegas

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG, katasatu.idSejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Rakyat Revolusi Anti Korupsi (Progresi) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD) Provinsi Banten wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Aksi berlangsung di Kompleks Ruko Ayodhya Square, Blok G 32, Kota Tangerang, Sabtu (10/1/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan, khususnya terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan penahanan ijazah di sejumlah sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan Mahasiswa: Usut Pungli dan Penahanan Ijazah

Dalam orasinya, massa Progresi menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja KCD Pendidikan Banten yang dinilai lemah dalam melakukan pengawasan terhadap sekolah.

Mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Banten segera mengevaluasi KCD serta menindak tegas sekolah yang terbukti melakukan pungli dan penahanan ijazah.

Baca Juga:  Puluhan Pelajar di Pinang Ikuti Seminar Stop Bullying: LPAI Tegaskan Sekolah Harus Jadi Zona Aman

Beberapa tuntutan yang disampaikan di antaranya meminta pemecatan pengawas dan komite sekolah yang terbukti terlibat pungli, serta pencabutan izin sekolah apabila terbukti melanggar aturan.

Koordinator aksi Progresi, Holid Safei, menyebutkan aksi ini dipicu oleh adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pungutan biaya buku LKS serta penahanan ijazah siswa.

“Berdasarkan data yang kami miliki, masih ada sekolah yang melakukan penahanan ijazah dan pungutan biaya yang memberatkan masyarakat. Jika tidak ditanggapi, kami akan melanjutkan aksi ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten atau Kantor Gubernur,” ujar Holid, Jumat (9/1/2026).

Aksi Diwarnai Pembakaran Ban

Aksi unjuk rasa berlangsung cukup tegang. Massa secara bergantian menyampaikan pendapat di muka umum dan sempat membakar ban di depan kantor KCD sebagai bentuk protes.

Baca Juga:  Ketua Dikdasmen Tangsel: Pendidikan Harus Unggul, Adaptif, dan Berakhlak

Kepala KCD Pendidikan Banten wilayah Kota Tangerang dan Tangsel, Teguh Setiawan, bersama jajarannya langsung menemui massa aksi dan berdialog secara terbuka dengan mahasiswa.

Holid berharap aspirasi yang disampaikan dapat direalisasikan dan ditindaklanjuti secara tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi pungli dan penahanan ijazah, khususnya di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan,” tegasnya.

KCD Pendidikan Banten Janji Tindak Lanjuti

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Teguh Setiawan menyampaikan apresiasi atas aksi tersebut. Ia berjanji akan menjadikan aspirasi mahasiswa sebagai bahan evaluasi internal KCD.

“Apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa menjadi catatan penting bagi kami untuk melakukan tindakan yang lebih preventif. Kami berterima kasih atas peran mahasiswa sebagai kontrol sosial,” kata Teguh.

Baca Juga:  Lulus Nilai A, Perjuangan Mahasiswa UNIMED Raih Beasiswa Jadi Inspirasi

Ia menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan pelayanan pengaduan masyarakat serta melakukan pengecekan langsung ke lapangan apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

“Jika terbukti ada pelanggaran, kami akan melakukan monitoring, pembinaan, dan melaporkannya ke pimpinan untuk diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Kasus Bullying hingga Penahanan Ijazah Masih Terjadi

Berdasarkan data tahun 2025, Teguh mengakui masih banyak ditemukan kasus di lingkungan pendidikan, mulai dari bullying, kekerasan terhadap anak, hingga penahanan ijazah.

“Kami konsen terhadap persoalan ini. Anak-anak adalah generasi bangsa yang berhak mendapatkan pendidikan yang utuh dari kelas 10 sampai kelas 12 tanpa hambatan apa pun,” tandasnya.

Ke depan, KCD Pendidikan Banten akan menggandeng berbagai elemen kontrol sosial untuk meminimalisir terulangnya kasus serupa.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lulus Nilai A, Perjuangan Mahasiswa UNIMED Raih Beasiswa Jadi Inspirasi
Sengketa Aset SDIP-TKIP Pamulang Berlanjut, Yayasan dan UIN Jakarta Saling Buka Suara
Ketua Dikdasmen Tangsel: Pendidikan Harus Unggul, Adaptif, dan Berakhlak
Ahmad Taofik: Pendidikan Harus Seimbang Karakter dan Teknologi
1.036 Siswa SDN 02 Jombang Ciputat Terima MBG Perdana, Wali Murid Minta Evaluasi Menu dan Transparansi Gizi
Revitalisasi Puluhan SD dan SMP di Tangsel Dikebut, Wali Kota: Investasi Jangka Panjang Pendidikan
Disdikbud Tangsel Izinkan PJJ Imbas Cuaca Ekstrem hingga 28 Januari
Heboh Dugaan Pencabulan di SD Tangsel, Guru Wali Kelas Resmi Dinonaktifkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:34 WIB

Lulus Nilai A, Perjuangan Mahasiswa UNIMED Raih Beasiswa Jadi Inspirasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:42 WIB

Sengketa Aset SDIP-TKIP Pamulang Berlanjut, Yayasan dan UIN Jakarta Saling Buka Suara

Senin, 30 Maret 2026 - 03:13 WIB

Ketua Dikdasmen Tangsel: Pendidikan Harus Unggul, Adaptif, dan Berakhlak

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:52 WIB

Ahmad Taofik: Pendidikan Harus Seimbang Karakter dan Teknologi

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:53 WIB

1.036 Siswa SDN 02 Jombang Ciputat Terima MBG Perdana, Wali Murid Minta Evaluasi Menu dan Transparansi Gizi

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polsek Serpong Bongkar 46 Juta Butir Obat Keras, Langsung Dimusnahkan

Rabu, 5 Agu 2026 - 04:09 WIB

Tangerang Raya/Banten

Tak Ada Lagi Antrean Tak Pasti, Kantah Tangsel Jamin Jadwal Ukur Tanah 7 Hari

Selasa, 4 Agu 2026 - 04:49 WIB

DKI Jakarta

Cek Girik Dipingpong, Pelayanan Kelurahan Tegal Alur Disorot

Selasa, 4 Agu 2026 - 03:23 WIB