katasatu.id – Epson resmi membuka pendaftaran ajang fotografi panorama terbesar dunia, The Epson International Pano Awards ke-17. Kompetisi bergengsi ini kembali digelar dengan dukungan penuh Epson Asia Tenggara sebagai sponsor utama, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi fotografer profesional maupun amatir untuk tampil di panggung global.
Tahun ini, kompetisi menghadirkan kategori baru bertajuk Aerial untuk kelas Terbuka dan Amatir. Kategori tersebut menjadi jawaban atas pesatnya perkembangan fotografi udara menggunakan drone yang kini semakin diminati para fotografer panorama dunia.
Selain kategori baru tersebut, ajang ini tetap mempertandingkan kategori Alam dan Lanskap, Lingkungan Buatan dan Arsitektur, serta VR/360. Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari US$50.000, termasuk hadiah uang tunai senilai US$15.000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pertama kali digelar pada 2010, Epson International Pano Awards terus berkembang menjadi salah satu kompetisi paling prestisius di dunia fotografi panorama. Pada 2025 lalu, lebih dari 3.000 karya dari 95 negara ikut ambil bagian.
Asia Tenggara pun mulai menunjukkan dominasinya di ajang internasional tersebut. Tahun lalu, fotografer asal Singapura William Chua sukses meraih gelar Southeast Asia Open Photographer of the Year 2025 lewat karya berjudul Wildebeest yang menangkap momen dramatis migrasi besar di Kenya. Sementara fotografer Vietnam, Cao Thi Ngoc Diem, masuk jajaran finalis lewat karya artistiknya bertajuk Silk of the Sea.
Kurator The Epson International Pano Awards, David Evans, mengatakan kompetisi tahun ini membuka peluang lebih besar bagi fotografer dunia untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka.
“Fotografer profesional maupun amatir dari seluruh dunia kini diundang untuk berpartisipasi. Kami juga menghadirkan kategori baru Aerial dalam kompetisi Terbuka dan Amatir,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Regional Produk Komersial & Industri Inkjet Epson Asia Tenggara, Hattori Tai, menilai komunitas fotografi Asia Tenggara menjadi salah satu yang paling dinamis di dunia.
Menurutnya, karya panorama mampu menjadi medium kuat untuk memperlihatkan perkembangan kota, bentang alam, hingga kekayaan budaya kawasan Asia Tenggara kepada dunia.
“Melalui penghargaan ini, fotografer dari kawasan kami memiliki kesempatan bersaing dengan fotografer terbaik dunia di platform global,” katanya.
Panel juri tahun ini juga diisi sederet fotografer dan pakar industri kelas dunia, seperti Bill Bailey, Aaron Spence, Daniel Kordan, hingga Jennifer Renwick.
Pendaftaran kompetisi dibuka hingga 13 Juli 2026, sementara periode pengajuan awal berlangsung sampai 22 Juni 2026. Kompetisi ini terbuka bagi fotografer dari seluruh dunia dengan syarat foto panorama memiliki rasio minimal 2:1, baik dalam format lanskap maupun potret.
Informasi lengkap mengenai kompetisi dapat diakses melalui The Epson International Pano Awards.














