TANGSEL, katasatu.id – Majelis Ta’lim Miftahul Khoiriyah Kampung Ciater Rawa Macek RT 009/003, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Minggu (4/1/2026) malam.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Membangun Perilaku Ihsan Untuk Meraih Derajat Istiqomah Serta Pentingnya Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak.”
Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa keislaman dengan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai penceramah utama Ustadz KH. Abu Bakar Madris, dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ustadz Dede Suparman. Turut hadir Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel Drs. H. Chaerudin, Camat Serpong Syaifuddin, panitia pelaksana Bambang Riyadi, tokoh masyarakat, serta para alim ulama setempat.
Dalam tausiahnya, Ustadz KH. Abu Bakar Madris menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, melainkan momentum besar untuk membangkitkan kesadaran umat Islam.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang dirancang langsung oleh Allah SWT untuk membangunkan kesadaran manusia. Di sanalah Nabi Muhammad SAW menerima hadiah terbesar bagi umatnya, yakni perintah salat lima waktu,” ujar KH. Abu Bakar Madris.
Ia menjelaskan, salat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sarana membentuk perilaku ihsan dan melatih umat agar tetap istiqomah dalam kehidupan sehari-hari.
“Ihsan itu artinya beribadah seakan-akan kita melihat Allah. Jika ihsan tertanam, maka istiqomah akan mengikuti. Inilah bekal utama menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Qori Ustadz Dede Suparman dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an mengajak jamaah untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, khususnya dalam membina keluarga dan mendidik generasi muda.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan. Dari keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an, akan lahir generasi yang berakhlak dan beriman,” tuturnya.
Asda I Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Chaerudin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang dinilai mampu memperkuat nilai spiritual dan sosial masyarakat.
“Peringatan Isra Mi’raj ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Nilai ihsan dan istiqomah harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah,” kata Chaerudin.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Camat Serpong: Keluarga Pilar Pendidikan Akhlak
Senada dengan itu, Camat Serpong Syaifuddin menyebut bahwa tema yang diangkat sangat tepat, terutama dalam menghadapi tantangan moral generasi muda.
“Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Jika keluarga kuat secara iman dan akhlak, maka lingkungan masyarakat pun akan ikut baik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini terus digalakkan sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Majelis Ta’lim Miftahul Khoiriyah ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kekuatan iman bagi seluruh jamaah dan masyarakat Tangerang Selatan.
Acara ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj tetap relevan sepanjang zaman, khususnya dalam membangun perilaku ihsan, menjaga istiqomah, dan memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak.
Editor : Glend














