TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Pemerintah Kecamatan Setu menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Muncul untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 2027.
Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Muncul, Kamis (22/1/2026).
Musrenbang dibuka langsung oleh Camat Setu Erwin Gemala Putra dan dihadiri Lurah Muncul Diman, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan H Abdul Rasyid, anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PSI Alex Prabu dan Fraksi Golkar Badrusalam, perwakilan Bapelitbangda, serta unsur masyarakat seperti RT/RW, Karang Taruna, LPM, PKK, dan tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lurah Muncul Diman mengatakan Musrenbang kelurahan merupakan puncak dari rangkaian pra-Musrenbang yang sebelumnya digelar di tingkat RT dan RW.
Ia menyebut banyaknya usulan warga harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Tahun ini Kelurahan Muncul mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp2,3 miliar. Sebanyak 60 persen dialokasikan untuk kegiatan fisik dan sisanya untuk kegiatan nonfisik,” ujar Diman.
Camat Setu Erwin Gemala Putra menegaskan Musrenbang kelurahan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah sesuai Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
“Musrenbang ini membahas dan menyepakati usulan prioritas pembangunan kelurahan yang akan dilaksanakan pada tahun 2027,” kata Erwin.
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan mengacu pada tema pembangunan daerah Kota Tangerang Selatan periode 2025–2029, di antaranya penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, penanggulangan banjir, penanganan anak tidak sekolah, serta penguatan ketahanan pangan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan H Abdul Rasyid menyampaikan kehadiran DPRD dalam Musrenbang merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pembangunan daerah.
“Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang akan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan dan akan dibahas lebih lanjut di tingkat kecamatan untuk disesuaikan dengan RPJMD Tangsel,” ujarnya.
Ia juga menyoroti usulan masyarakat yang umumnya berkaitan dengan perbaikan drainase, jalan lingkungan, penerangan jalan umum (PJU), bedah rumah, hingga program lingkungan. Termasuk dukungan terhadap program bank sampah dan TPS 3R.
“Saat ini Pemkot Tangsel mendorong satu bank sampah di setiap RW dan satu TPS 3R di setiap kelurahan. Kuncinya ada pada partisipasi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Glend














