Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Peran sebagai Pusat Inovasi Batako FABA Ramah di Lingkungan Pemasyarakatan

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, katasatu.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pembinaan yang produktif melalui penerimaan kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIB Indramayu terkait pengembangan produksi batako berbahan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), Rabu (18/2).

Kunjungan strategis ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan studi tiru Lapas Indramayu bernomor WP.11.PAS.UM.01.01-386 tertanggal 17 Februari 2026.

Hal ini semakin memperkuat posisi Lapas Kelas I Tangerang sebagai rujukan pembinaan kemandirian berbasis industri ramah lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lapas Kelas I Tangerang memfasilitasi rombongan Lapas Indramayu bersama perwakilan PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu melalui rangkaian pemaparan dan peninjauan lapangan yang terstruktur.

Kegiatan ini menegaskan komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan kompetensi kerja, serta pemberdayaan ekonomi warga binaan yang selaras dengan kebutuhan industri dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Majelis Ta’lim Miftahul Khoiriyah Peringati Isra Mi’raj, Tekankan Perilaku Ihsan dan Peran Keluarga

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai alur produksi batako FABA, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pencetakan, hingga pengendalian mutu dan penerapan standar keselamatan kerja.

Rombongan juga menyaksikan secara langsung pemanfaatan FABA, produk turunan dari limbah sisa pembakaran batu bara yang diolah menjadi material konstruksi alternatif bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai model pembinaan yang menempatkan warga binaan sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan produktif.

“Kami berkomitmen menjadikan program ini sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomis, tetapi juga membentuk karakter Warga Binaan melalui penanaman disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang kuat untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menegaskan bahwa optimalisasi FABA merupakan bagian dari strategi pembinaan berbasis manfaat dan keberlanjutan.

Baca Juga:  Sinergi dan Penguatan Tusi Pemasyarakatan dalam Kunjungan PK Ahli Utama Ditjenpas

“Pemanfaatan FABA tidak hanya mendorong produktivitas warga binaan, tetapi juga memastikan program pembinaan selaras dengan prinsip ramah lingkungan dan kebutuhan industri. Ke depan, kami terbuka untuk memperkuat kolaborasi agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh Kepala Seksi Binadik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Indramayu, Rachmad Putra Susanto. Ia menilai pengelolaan program di Lapas Kelas I Tangerang telah berjalan secara sistematis, terukur, dan layak dijadikan referensi dalam pengembangan program serupa di daerah.

“Kami melihat pemanfaatan FABA di sini telah terstruktur dan memberikan dampak nyata. Studi tiru ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan program pembinaan yang lebih inovatif, produktif, dan berkelanjutan di Lapas Indramayu,” ungkapnya.

Asisten Manajer SDM, Umum, dan CSR PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu, Puri Handoko, turut menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai pemanfaatan FABA oleh Lapas Kelas I Tangerang merupakan contoh nyata sinergi antara sektor energi dan Pemasyarakatan dalam mendorong terwujudnya ekonomi sirkular (pengolahan limbah secara efektif).

Baca Juga:  Jaletreng River Park Retak 50 Meter, Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Darurat di Taman Kota 2 BSD

“Kami mengapresiasi inovasi yang dilakukan Lapas Kelas I Tangerang. Pemanfaatan FABA menjadi batako bernilai ekonomis menunjukkan bahwa limbah industri dapat dikelola secara produktif sekaligus memberikan manfaat sosial. Ke depan, kolaborasi seperti ini sangat potensial untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang terus mengembangkan model pembinaan inovatif yang menempatkan warga binaan sebagai insan produktif yang diberdayakan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk konstruksi yang berkualitas dan inovatif, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, berdaya saing, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru