KOTA TANGERANG, katasatu.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang turut ambil bagian dalam rangkaian Peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 yang digelar di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), Tangerang, Selasa (20/1/2026).
Partisipasi tersebut ditandai dengan kehadiran stan khusus Jawara Beton, program pembinaan kemandirian unggulan di bidang keterampilan kerja.
Stan ini menampilkan beragam produk konstruksi hasil karya Warga Binaan, serta dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Tangerang bersama jajaran struktural.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keikutsertaan Jawara Beton dalam peringatan HBI ke-76 tidak hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menunjukkan implementasi pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara terstruktur, terukur, dan selaras dengan kebijakan Pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan serta kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan.
Dalam stan tersebut, Lapas Kelas I Tangerang memamerkan sejumlah produk unggulan seperti paving block, batako, dan berbagai produk beton pracetak lainnya.
Selain itu, Jawara Beton juga tengah mengembangkan inovasi RISHAM (Rumah Instan Sehat Aman), rumah tahan gempa berbasis teknologi beton pracetak.
Pengembangan RISHAM dilakukan melalui kerja sama dengan PT Semen Merah Putih dan PT PAU, sebagai bentuk pembinaan kemandirian yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan perumahan dan mitigasi bencana.
Seluruh produk Jawara Beton merupakan hasil pembinaan Warga Binaan yang dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan, proses pencetakan, hingga perawatan produk.
Proses tersebut dilakukan dengan menerapkan standar keselamatan kerja dan pengendalian mutu guna memastikan kualitas serta daya saing hasil produksi.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan kehadiran Jawara Beton dalam peringatan HBI ke-76 merupakan wujud komitmen nyata dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan.
“Pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga penguatan keterampilan kerja yang aplikatif dan bernilai ekonomi sebagai bekal Warga Binaan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menilai rangkaian HBI menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa produk hasil pembinaan Warga Binaan memiliki kualitas dan daya saing, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” katanya.
Senada, Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Aldri Maitaruna, menegaskan pengembangan Jawara Beton terus diarahkan pada peningkatan kualitas produk dan pembinaan berkelanjutan.
“Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas produksi maupun pembentukan etos kerja. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal nyata bagi Warga Binaan agar kembali produktif di tengah masyarakat,” jelasnya.
Melalui partisipasi dalam peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pembinaan kemandirian yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Program Jawara Beton diharapkan terus berkembang sebagai sarana menyiapkan Warga Binaan yang mandiri dan siap berkontribusi positif setelah bebas.
Editor : Glend














