KOTA TANGERANG, katasatu.id – Puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Umat/Kelompok Masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman No. 1, Jumat (17/7/2026).
Mereka mendesak MUI Kota Tangerang membekukan hasil pemilihan Ketua MUI Kecamatan Neglasari periode 2026-2030 yang dinilai tidak sesuai dengan aturan organisasi.
Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski diwarnai orasi, demonstrasi berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas di sekitar kantor MUI.
Dalam aksinya, massa membawa mobil komando, pengeras suara, spanduk, banner, baliho, serta bendera. Sejumlah poster juga dibentangkan dengan tulisan seperti “MUI Bukan Milik Keluarga”, “MUI Milik Semua Umat”, “MUI Bukan Ladang Nepotisme”, hingga “Hentikan Politik Curang, Kembalikan Martabat MUI”.
Koordinator aksi, Ustadz Rahmat, menilai proses pemilihan Ketua MUI Kecamatan Neglasari yang digelar pada Mei 2026 tidak mengacu pada Pedoman Organisasi (PO) MUI Tahun 2021 tentang Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT).
“Kami meminta adanya keterbukaan dan mengembalikan marwah MUI. Kami juga meminta agar hasil pemilihan Ketua MUI Kecamatan Neglasari periode 2026-2030 dibekukan sampai persoalan ini diselesaikan,” kata Rahmat dalam orasinya.
Menurutnya, polemik tersebut seharusnya tidak muncul apabila seluruh tahapan pemilihan dilaksanakan sesuai aturan organisasi yang berlaku.
“Kalau mengikuti aturan PO MUI, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan, tidak akan ada gejolak dalam proses pemilihan. Yang harus dijaga adalah marwah dan martabat MUI,” ujarnya.
Usai berunjuk rasa, sejumlah perwakilan massa diterima berdialog dengan jajaran pengurus MUI Kota Tangerang.
Dalam pertemuan itu, pihak MUI disebut menyampaikan bahwa seluruh tuntutan akan dibahas lebih dahulu melalui rapat internal.
“Dari hasil pertemuan dengan Binwil dan Sekretaris Administrasi MUI, disampaikan bahwa persoalan ini akan dibahas terlebih dahulu melalui rapat. Kami menunggu jawaban resminya. Jika hasilnya tidak memuaskan, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” ujar Rahmat kepada wartawan.
Sementara itu, salah seorang pengurus MUI Kota Tangerang yang ditemui usai pertemuan memilih tidak memberikan tanggapan kepada awak media.
Hingga berita ini ditulis, Ketua MUI Kota Tangerang KH Ahmad Baijuri juga belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan massa maupun sikap MUI atas polemik pemilihan Ketua MUI Kecamatan Neglasari.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.
(Okta)
Editor : Glend














