TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan. Pengamat kebijakan publik, Puji Imam Jakarsih, menilai kondisi pengelolaan sampah di Tangsel saat ini semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya volume sampah harian dan terbatasnya kapasitas tempat pembuangan akhir.
Menurut Puji, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sudah berada pada titik rawan akibat terus menerima lonjakan sampah setiap hari.
“Kalau tidak ada langkah serius dan terintegrasi, persoalan sampah di Tangsel bisa menjadi ancaman lingkungan yang lebih besar,” ujar Puji dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, berdasarkan data 2025-2026, volume sampah di Tangerang Selatan mencapai sekitar 1.000 hingga 1.200 ton per hari. Namun penanganan sampah disebut baru berada di angka sekitar 71 persen.
Artinya, masih terdapat ratusan ton sampah yang belum tertangani secara maksimal setiap harinya.
Puji menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Tangsel masih belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan permukiman maupun komersial.
Ia juga menyoroti masih dominannya pola penanganan sampah berbasis penumpukan di TPA, baik melalui metode open dumping maupun sanitary landfill.
Menurutnya, pola tersebut hanya menjadi solusi sementara dan berpotensi memunculkan persoalan baru seperti pencemaran udara, longsor sampah, hingga ledakan gas metana.
“Selama pola pengelolaannya masih bertumpu pada penumpukan, maka TPA akan terus overload. Ini bukan penyelesaian jangka panjang,” katanya.
Puji turut menyinggung belum optimalnya realisasi proyek pengolahan sampah terintegrasi yang sebelumnya sempat masuk dalam Proyek Strategis Nasional.
Padahal, kata dia, teknologi pengolahan sampah modern saat ini sudah banyak diterapkan di berbagai negara dan dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA.
Ia juga mengkritik pembangunan kawasan properti yang terus berkembang tanpa dibarengi kesiapan sistem pengolahan sampah yang memadai.
“Jangan sampai pembangunan terus berjalan, tetapi persoalan limbah dan sampahnya diabaikan. Dampaknya nanti dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Puji menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai isu biasa.
Menurutnya, dibutuhkan keberanian dan keseriusan pemerintah dalam mengambil keputusan agar krisis sampah di Tangsel tidak semakin meluas.
Editor : Glend














