LEBAK, katasatu.id – Pabrik kelapa sawit mini di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi tumpuan baru bagi petani plasma untuk memasarkan hasil panennya.
Dengan kapasitas pengolahan mencapai 30 ton tandan buah segar (TBS) per hari, pabrik tersebut mengklaim mampu menyerap produksi sawit masyarakat sekaligus memasok bahan baku industri bioenergi.
Seluruh pasokan TBS yang diolah berasal dari kebun plasma milik warga di wilayah Lebak dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buah sawit kemudian diproses menjadi Crude Palm Oil (CPO) berkadar asam lemak bebas (FFA) tinggi serta menghasilkan nut atau kernel sawit yang memiliki nilai ekonomi untuk industri lanjutan.
Pengelola pabrik, Cahya, mengatakan kemitraan dengan petani menjadi fokus utama agar hasil panen masyarakat memiliki kepastian pembeli dan dapat langsung diolah setelah dipanen.
“Kami ingin petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya. Melalui kemitraan ini, buah sawit bisa langsung diproses sehingga kualitasnya tetap terjaga dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Cahya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, CPO berkadar FFA tinggi yang diproduksi memiliki potensi sebagai bahan baku industri pengolahan lanjutan, termasuk untuk mendukung kebutuhan sektor bioenergi yang terus berkembang seiring penguatan program biodiesel B50.
“Kami berupaya menjadi bagian dari rantai pasok industri energi terbarukan. Produk yang kami hasilkan disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain menyerap hasil panen petani, pabrik mini tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Cahya berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada industri sawit skala kecil dan menengah melalui pembinaan, kemudahan perizinan, serta akses pembiayaan agar mampu berkembang dan semakin kompetitif.
“Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan petani, kami optimistis industri sawit tetap memiliki prospek yang baik.
Harapannya, pabrik mini seperti ini dapat memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutupnya.
Editor : Glend














