Agro Eduwisata Ponpes Al Markaz Serang Jadi Contoh Reforma Agraria Produktif

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, katasatu.id – Pondok Pesantren Al Markaz di Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, mengembangkan konsep agro eduwisata sebagai ekosistem pertanian modern berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Kawasan yang diresmikan pada 2023 itu memanfaatkan lahan produktif seluas sekitar 1,5 hektare dan kini menjadi contoh pengelolaan pertanian skala kecil yang bernilai tambah, sekaligus destinasi wisata edukatif.

Potensi tersebut mendapat perhatian Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, bersama Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia dan Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Freddy A. Kolintama, melakukan kunjungan langsung ke kawasan agro eduwisata Al Markaz, Rabu (4/2/2026).

Rombongan diterima Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Harison Mocodompis, didampingi jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota Serang.

Baca Juga:  Proyek Padel Disegel Tapi Tetap Jalan, Kinerja Satpol PP Tangsel Dipertanyakan

Dalam kunjungannya, Embun Sari menegaskan bahwa reforma agraria tidak berhenti pada pemberian sertifikat tanah semata. Menurutnya, keberhasilan reforma agraria sangat ditentukan oleh bagaimana tanah tersebut dikelola secara produktif.

“Reforma agraria itu bukan hanya soal kepastian hak atas tanah, tapi apa yang dilakukan setelah tanah itu dimiliki. Kalau tanah dibiarkan tidak produktif, tujuan redistribusi bisa gagal,” ujar Embun.

Ia menjelaskan bahwa sejak 2006 reforma agraria dirancang melalui pendekatan asset reform dan access reform, yakni pemberian tanah yang diikuti dengan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

Embun menilai agro eduwisata Al Markaz menjadi contoh konkret bagaimana tanah dapat memberikan nilai tambah ekonomi, sekaligus berfungsi sebagai sarana pendidikan. Ia juga menyoroti peran penting figur penggerak di balik keberhasilan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Lisdawati Manao Bongkar Dugaan Kejanggalan Status Jabatan Sekda Tangsel

“Program tidak akan berjalan optimal tanpa sosok yang menggerakkan. Orang-orang seperti Pak Kiai ini harus kita perbanyak,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia menyebut agro eduwisata Al Markaz sebagai praktik pemberdayaan lahan yang inspiratif.

“Ini bukan sekadar kunjungan ke pondok pesantren, tetapi melihat langsung agro eduwisata yang luar biasa. Dari lahan sekitar 1,5 hektare, mampu menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Saat ini, kawasan pesantren tersebut memiliki 14 green house, dengan tiga di antaranya telah menerapkan sistem Internet of Things (IoT). Berbagai komoditas dibudidayakan, mulai dari anggur, melon, hingga aneka sayuran.

Tak hanya itu, kawasan agro eduwisata juga dilengkapi arena outbound dan flying fox. Konsep ini membuat pengunjung tidak hanya belajar pertanian, tetapi juga membangun karakter.

Baca Juga:  Perayaan Milad Babakan ke-77, Momentum Pengembangan UMKM dan Penguatan Koperasi Merah Putih

Dalam operasionalnya, sekitar 95 persen aktivitas pertanian melibatkan para santri. Selain menjadi bagian dari mata pelajaran, kegiatan ini juga menjadi sarana penyaluran minat dan bakat santri di bidang pertanian.

Pimpinan Ponpes Al Markaz, Ustadz Amirul Faruk, menekankan bahwa bertani bukan sekadar profesi, melainkan filosofi hidup.
“Mau jadi presiden, menteri, pejabat, atau apa pun, harus bisa bertani. Dari pertanian kita belajar tanggung jawab, kesabaran, dan ketahanan,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan model agro eduwisata Pondok Pesantren Al Markaz dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran reforma agraria dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Wartawan Tangsel Dinyatakan Kompeten Usai UKW PWI Banten
HANTARU 2026, BPN Banten Serahkan Sertipikat Wakaf dan Aset Pemerintah
Layanan Peralihan Hak 10 Hari Dilirik Kantah Daerah
UKW PWI Banten Berakhir, Seluruh 51 Peserta yang Ikuti Ujian Dinyatakan Kompeten
329 Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Diperbaiki, Pondok Aren Terbanyak
Turnamen Catur PWI Tangsel Jadi Ajang Pemanasan Menuju Porprov 2026
Warga Ciater Barat Meriahkan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi
Warga Kp Rawa Macek Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Beragam Perlombaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:55 WIB

6 Wartawan Tangsel Dinyatakan Kompeten Usai UKW PWI Banten

Kamis, 24 September 2026 - 07:46 WIB

HANTARU 2026, BPN Banten Serahkan Sertipikat Wakaf dan Aset Pemerintah

Kamis, 24 September 2026 - 07:09 WIB

Layanan Peralihan Hak 10 Hari Dilirik Kantah Daerah

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

UKW PWI Banten Berakhir, Seluruh 51 Peserta yang Ikuti Ujian Dinyatakan Kompeten

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:20 WIB

329 Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Diperbaiki, Pondok Aren Terbanyak

Berita Terbaru

Tangerang Raya/Banten

6 Wartawan Tangsel Dinyatakan Kompeten Usai UKW PWI Banten

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:55 WIB

Tangerang Raya/Banten

HANTARU 2026, BPN Banten Serahkan Sertipikat Wakaf dan Aset Pemerintah

Kamis, 24 Sep 2026 - 07:46 WIB

Tangerang Raya/Banten

Layanan Peralihan Hak 10 Hari Dilirik Kantah Daerah

Kamis, 24 Sep 2026 - 07:09 WIB