JAKARTA, katasatu.id – Seorang wartawan bernama Asia Pujiono berencana menempuh jalur hukum setelah mengaku mendapat ancaman akan digorok lehernya oleh seorang pekerja gudang aluminium berinisial J alias Jay di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Dugaan pengancaman yang terjadi pada Selasa (20/10/2026) malam itu disebut bermula dari persoalan sepele. Jay diduga tersinggung hanya karena mendengar Asia batuk saat hendak meninggalkan lokasi.
Asia mengaku ancaman tersebut membuatnya khawatir akan keselamatan diri. Terlebih, ia sempat melihat gerak-gerik Jay yang diduganya hendak mengambil sebuah benda menyerupai senjata tajam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hei, lu sakit? Nih minum obat, atau mau gua gorok tenggorokan lu!” ujar Asia menirukan perkataan Jay saat menceritakan kejadian tersebut kepada wartawan.
Peristiwa bermula ketika Asia mendatangi rekannya berinisial SHR, seorang pengacara, di Jalan Manyar, RT 02/RW 011, Kelurahan Tegal Alur.
Kedatangannya untuk membahas rencana wawancara dengan rekan SHR yang juga berprofesi sebagai pengacara.
Namun, ketika keduanya bersiap pulang, situasi mendadak memanas. Jay yang berada di lokasi diduga melontarkan perkataan kasar disertai ancaman. Asia menduga pria tersebut sedang berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).
“Saya lihat sepertinya orang tersebut sudah benar-benar terpengaruh minuman keras. Sebelumnya, saya melihat sekitar empat orang bersama-sama di lokasi, tetapi kemudian yang tersisa hanya dua orang, yaitu Jay dan temannya, Degol,” ungkap Asia.
Menghindari kemungkinan terjadinya kekerasan, Asia memilih tidak meladeni perkataan Jay dan segera meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Atas kejadian itu, Asia menyatakan akan melaporkan dugaan pengancaman tersebut kepada pihak kepolisian.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti peristiwa itu sekaligus memberikan perlindungan terhadap dirinya.
Hingga berita ini disusun, Jay belum memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut. Belum ada pula keterangan resmi dari kepolisian mengenai dugaan pengancaman yang disampaikan Asia.
Editor : Red/admin













