PANRB Terima Reviu LKjPP 2025 dari BPKP, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Kinerja

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com –  Pemerintah terus memperkuat akuntabilitas kinerja. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerima hasil reviu Laporan Kinerja Pemerintah Pusat (LKjPP) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh kepada Menteri PANRB Rini Widyantini di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (30/3).

Menteri Rini menegaskan, LKjPP menjadi cerminan komitmen instansi pemerintah dalam mewujudkan birokrasi yang efektif dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengajak seluruh Kementerian/Lembaga untuk terus memperkuat komitmen, integritas, dan kolaborasi agar kinerja pemerintah semakin efektif, akuntabel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rini.

Menurutnya, LKjPP bukan sekadar dokumen administratif, tetapi instrumen strategis untuk memastikan arah reformasi birokrasi berjalan sesuai target. Melalui laporan ini, pemerintah dapat mengevaluasi capaian sekaligus melihat kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Baca Juga:  Akhmad Munir Resmi Nahkodai PWI Pusat, Diharapkan Bawa Berkah bagi Insan Pers

“LKjPP harus kita tempatkan bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai instrumen untuk mengarahkan kebijakan agar lebih tepat sasaran dan berdampak,” tegasnya.

Rini juga mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya birokrasi yang berorientasi hasil. Setiap penggunaan anggaran negara harus memberikan manfaat ekonomi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.

Penyusunan LKjPP TA 2025 telah melalui berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan dan analisis data kinerja Kementerian/Lembaga oleh Kementerian PANRB hingga proses reviu oleh BPKP. Penyusunan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya PP No. 8/2006, Perpres No. 29/2014 tentang SAKIP, serta PermenPANRB No. 9/2015.

Selanjutnya, laporan tersebut disampaikan ke Kementerian Keuangan sebagai lampiran Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), serta ke Bappenas untuk penyempurnaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Baca Juga:  PT Jakarta Perberat Vonis Pengacara Lisa Rachmat Jadi 14 Tahun Penjara

“Atas selesainya penyusunan LKjPP TA 2025 yang telah dilengkapi hasil reviu BPKP, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi. Ini juga menandai terpenuhinya kewajiban konstitusional pemerintah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBN 2025,” jelas Rini.

Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menekankan bahwa laporan kinerja harus mencerminkan akuntabilitas yang sesungguhnya, bukan sekadar kelengkapan dokumen.

“Kualitas laporan tidak hanya diukur dari kelengkapan, tetapi dari kejujuran, konsistensi, dan kemanfaatannya dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

BPKP juga mencatat sejumlah tantangan dalam pengelolaan kinerja pemerintah. Di antaranya, disiplin penyampaian laporan yang masih perlu ditingkatkan, kualitas pengukuran kinerja yang belum optimal, integrasi sistem perencanaan dan penganggaran yang belum sepenuhnya berjalan, serta peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang perlu diperkuat.

Baca Juga:  Perkuat Struktur Permodalan dan Bisnis, Bank Banten Jalin Sinergi KUB dengan Bank Jatim

Ateh berharap, hasil reviu ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan PANRB Erwan Agus Purwanto menyampaikan bahwa penyusunan LKjPP 2025 berhasil diselesaikan lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung integrasi data melalui aplikasi e-monev Bappenas dan sistem monitoring Kementerian Keuangan.

Dari total 99 Kementerian/Lembaga yang wajib menyusun laporan kinerja, sebanyak 97 telah menyampaikan laporan. Rinciannya, 95 K/L menyampaikan tepat waktu, dua K/L terlambat, dan dua lembaga belum menyampaikan laporan hingga LKjPP selesai disusun.

Ke depan, Kementerian PANRB memastikan akan terus mendorong peningkatan kualitas manajemen kinerja guna menghadirkan birokrasi yang semakin adaptif, transparan, dan berorientasi hasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita
PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek
Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar
KPK Bongkar Jejak ATM Penampung Setoran di BPN Jatim, Aliran Uang dari Kantah Diusut
Fasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong Terbongkar, Kalapas dan 4 Pejabat Dinonaktifkan
Nusron Wahid Tak Muncul di Sejumlah Agenda Usai OTT KPK, Ini Penjelasan ATR/BPN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:14 WIB

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:49 WIB

PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:48 WIB

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar

Berita Terbaru