SERANG, katasatu.id – Wartawan di Kabupaten Serang, Kosasih Sukmawijaya alias Aden, diduga menjadi korban pengeroyokan oknum polisi saat meliput demonstrasi Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) di Pendopo Kabupaten Serang.
Akibat kejadian itu, Aden mengalami luka lebam di wajah dan cedera pada kaki hingga harus menjalani perawatan di RS Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.
Aden mengaku telah menjelaskan identitasnya sebagai wartawan yang sedang bertugas. Namun, dia menyebut tetap mendapat kekerasan. Bahkan, telepon genggam miliknya turut diamankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dikeroyok oknum polisi, handphone juga turut diamankan oleh mereka,” kata Aden.
Wartawan lain, Saepul Arifin, mengaku melihat Aden dipegang sejumlah polisi saat memasuki gerbang pendopo. Saepul menyebut situasi saat itu sudah ricuh sehingga dirinya memilih menyelamatkan diri.
Kericuhan terjadi setelah massa membakar ban dan mencoret dinding pendopo. Salah seorang anggota Hamas, Mamat, mengatakan situasi semakin tidak terkendali setelah lampu di sekitar lokasi dimatikan.
Sejumlah peserta aksi juga dilaporkan mengalami luka. Bahkan, menurut Mamat, Ketua Umum Hamas yang sudah dalam kondisi tidak berdaya diduga masih mendapat pukulan dari aparat. Sedikitnya lima pengurus Hamas disebut dibawa ke Polres Serang Kota.
Hingga berita ini ditulis, Polres Serang Kota dan Polda Banten belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekerasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik mendapat perlindungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red)
Editor : Glend













