PWI Tangsel Sentil Pejabat ‘Menghilang’, Keterbukaan Informasi Dipertanyakan

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NID:SIZE:106 KB

i

NID:SIZE:106 KB

TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Di tengah tuntutan transparansi pemerintahan, masih adanya pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) yang sulit dihubungi memicu tanda tanya besar. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak publik untuk mendapatkan informasi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan, Ahmad Eko Nursanto, menyayangkan jika benar masih ada pejabat yang memilih menutup akses komunikasi dengan wartawan.

Padahal, media merupakan salah satu jembatan utama penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang ada pejabat yang sengaja sulit dihubungi atau menutup diri, tentu itu sangat disayangkan. Pejabat publik harus siap memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui media,” kata Eko, Selasa (10/8/2026).

Baca Juga:  Langkah Humanis, IMO Banten Puji Gubernur Andra Soni Selesaikan Kasus Siswa Perokok dengan Damai

Menurutnya, sikap menghindari konfirmasi wartawan bukan sekadar persoalan komunikasi, tetapi juga menyangkut komitmen terhadap prinsip keterbukaan informasi publik.

Terlebih, pejabat publik bekerja menggunakan anggaran negara yang berasal dari rakyat sehingga setiap kebijakan dan program harus dapat dipertanggungjawabkan.

Eko mengungkapkan, keluhan dari sejumlah wartawan menyebut ada pejabat yang tidak merespons panggilan maupun pesan singkat, berganti nomor telepon tanpa pemberitahuan, hingga tidak menyediakan sarana komunikasi yang memadai untuk kepentingan pelayanan informasi.

Baca Juga:  Pertemuan PWI Tangsel dan DCKTR: Bangun Komunikasi Positif untuk Kota Tangerang Selatan

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat reformasi birokrasi yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

“Jangan sampai muncul kesan ada pejabat yang sengaja menghindar karena tidak ingin dikritisi terkait kinerja maupun penggunaan anggaran. Publik berhak tahu apa yang dikerjakan pemerintah,” tegasnya.

Eko menilai pimpinan daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur, bukan hanya slogan yang disampaikan dalam forum resmi.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik mengamanatkan badan publik untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat, kecuali informasi yang memang dikecualikan oleh peraturan perundang-undangan.

Baca Juga:  Pelaku Kena Denda 50 juta, Satpol PP Tangsel Sita 400 Botol Miras di Tempat Karaoke Ciputat

Di sisi lain, Eko meminta insan pers tetap menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan Kode Etik Jurnalistik dan tidak memaksakan narasumber dalam proses peliputan.

“Wartawan harus tetap bekerja sesuai aturan dan kode etik. Namun pejabat publik juga jangan menjadikan diam sebagai cara menghindari pertanggungjawaban kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sorotan PWI Tangsel ini menjadi alarm bagi birokrasi bahwa keterbukaan informasi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Sebab ketika pejabat memilih bungkam, yang dirugikan bukan hanya wartawan, tetapi juga masyarakat yang berhak mengetahui jalannya pemerintahan.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru