TPA Cipeucang Disanksi, Pemerintah Pusat Turun Tangani Darurat Sampah Tangsel

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, katasatu.id — Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq menyatakan krisis sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah darurat. Pemerintah pusat pun turun langsung dan membuka opsi penegakan hukum.

Hanif menyebut TPA Cipeucang sebenarnya telah dijatuhi sanksi sejak Mei 2024 dan seharusnya ditutup maksimal dalam 180 hari.

Namun, kondisi lapangan yang belum terkendali membuat pengelolaan sementara masih diizinkan.

“Timbulan sampah Tangsel mencapai 1.100 ton per hari, sementara kemampuan penanganan hanya sekitar 400 ton. Ada selisih hampir 600 ton per hari,” kata Hanif.

Kementerian LH akan menyisir kawasan industri, komersial, dan perumahan besar yang tidak mengelola sampah secara mandiri. Sanksi administratif hingga pidana disiapkan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008.

Baca Juga:  Silaturahmi Ramadan, IKPP Tegaskan PWI Tangsel Mitra Strategis

Untuk jangka pendek, penanganan darurat dibantu lintas wilayah melalui kerja sama dengan Provinsi Banten dan Jawa Barat. Sebagian sampah akan dialihkan ke Serang.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan kesiapan menjalankan arahan pusat dan menargetkan penutupan permanen TPA Cipeucang pada Juni mendatang.

“Kami siap mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan mempercepat langkah-langkah pembenahan. Target kami, penutupan permanen TPA Cipeucang dapat direalisasikan pada Juni mendatang,” kata Benyamin.

Baca Juga:  Bankum Geradin Kabupaten Tangerang Gelar Penyuluhan Hukum di Kecamatan Sukadiri

Ia mengakui, keterbatasan kapasitas pengelolaan menjadi tantangan besar bagi Pemkot Tangsel. Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan skema pengelolaan sampah jangka menengah dan panjang, termasuk penguatan pengolahan di hulu serta kerja sama lintas daerah.

“Kondisi ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah di Tangsel,” ujarnya.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru