Warga Serpong Resah, Air Sumur Tercemar Limbah Sampah Cipeucang

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, katasatu.id — Warga Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengeluhkan kondisi air sumur yang sudah bertahun-tahun tidak dapat digunakan akibat tercemar limbah dari tumpukan sampah di sekitar pemukiman mereka. Hingga kini, warga mengaku belum menerima tanggapan ataupun solusi konkret dari pemerintah kota.

Agus, warga RT 06 RW 04 Kelurahan Serpong, menceritakan kesulitan yang dialaminya setiap hari. Karena air sumur tidak lagi layak digunakan, ia terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi.

Baca Juga:  Warga Kp Rawa Macek Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Beragam Perlombaan

“Saya setiap hari harus beli air 5 sampai 6 galon untuk kebutuhan masak dan mandi. Dulu, sebelum sampah menggunung, air sumur masih bisa kami pakai untuk minum. Tapi sekarang, sampah sudah makin dekat ke rumah kami,” keluh Agus kepada wartawan, Kamis siang (30/10/2025).

Menurut Agus, sekitar 15 rumah di lingkungannya terdampak langsung oleh pencemaran air akibat timbunan sampah yang tak kunjung ditangani. Kondisi ini membuat warga khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang, terutama bagi anak-anak.

“Ada sekitar 15 rumah yang sudah tercemar limbah. Kami berharap pemerintah bisa segera turun tangan mencari solusi agar kami bisa bernapas lega,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera melakukan langkah nyata untuk menormalisasi kembali sumber air bersih dan menata pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Barang Ilegal Rp34,8 M Dimusnahkan, Rokok Tanpa Cukai Jadi Sorotan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait keluhan warga. Masyarakat berharap suara mereka tidak diabaikan dan segera ada tindakan nyata untuk mengembalikan kualitas lingkungan yang sehat dan layak huni. (*/Rif)

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru