TANGERANG SELATAN, katasatu.id — Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3 PP) Tangerang Selatan melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan dalam rangka membangun sinergi pengembangan serta penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tangerang Selatan.
Audiensi tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Bapak Bachtiar Priyambodo, bersama Bapak Djaka Badranaya selaku Kepala Bidang Kewirausahaan, Ibu Carolina Darmawati selaku Kepala Bidang Pemberdayaan UKM, serta Bapak Irfan dari Bagian Koperasi.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 144.000 UKM yang telah terdata di Kota Tangerang Selatan. Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memastikan UMKM memiliki akses terhadap peningkatan kapasitas, pasar, permodalan, dan legalitas usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BP3 PP memperkenalkan sejumlah program yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, di antaranya Networking Night, Business Matching, dan program Tangsel 1000.
Networking Night dirancang sebagai forum yang mempertemukan regulator, perbankan atau lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha. Sementara Business Matching diarahkan untuk mempertemukan para pengusaha dan pelaku UKM sehingga terbentuk hubungan bisnis, rantai pasok, serta ekosistem usaha yang saling menguatkan.
Adapun melalui Tangsel 1000, BP3 PP menargetkan pembinaan terhadap 1.000 pelaku usaha dengan membangun sinergi bersama Dinas Koperasi dan UKM.
Dinas Koperasi dan UKM menilai terdapat tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan bagi pelaku UKM, yakni SDM, pemasaran, dan permodalan.
“Penguatan SDM membutuhkan pelatihan, pemasaran dapat didorong melalui business matching, sementara permodalan dapat diperkuat melalui networking dengan lembaga pembiayaan,” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam audiensi.
Selain pengembangan usaha, aspek legalitas juga menjadi perhatian. Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa NIB dan legalitas usaha merupakan fondasi penting bagi keseriusan pelaku usaha. Saat ini terdapat sekitar 105.000 pengusaha yang telah memiliki NIB, dan Dinas Koperasi dan UKM tengah melakukan clustering untuk memetakan pelaku usaha berdasarkan karakteristik dan tahap perkembangan bisnisnya.
Program legalitas yang menjadi perhatian antara lain NIB, sertifikasi halal, rekomendasi PIRT, serta HAKI. Sertifikasi halal juga menjadi salah satu program yang sedang didorong oleh Dinas Koperasi dan UKM.
Dalam audiensi tersebut, Dinas Koperasi dan UKM juga membuka peluang pemanfaatan aula dinas untuk kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha. Meskipun demikian, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan sehingga kolaborasi antarpihak menjadi penting dalam pelaksanaan program.
Dinas Koperasi dan UKM juga memperkenalkan keberadaan Tangsel Entrepreneur Hub yang selama tiga tahun dikembangkan dengan tiga fokus, yaitu Hub Finance, Hub Marketing, dan Hub Development.
Untuk memperluas jangkauan pembinaan, BP3 PP dinilai dapat mengambil peran melalui talent scouting, khususnya untuk menjaring pelaku usaha potensial yang kemudian dapat diarahkan masuk ke program pembinaan Dinas Koperasi dan UKM.
Selain itu, pelibatan komunitas UKM hingga tingkat kelurahan dinilai penting agar program pembinaan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Audiensi juga membahas tantangan berupa banyaknya program pembinaan yang berpotensi tumpang tindih antarlembaga, mengingat terdapat 21 subsektor usaha yang membutuhkan pola pembinaan yang berbeda. Karena itu, pemetaan dan clustering pelaku usaha menjadi penting agar intervensi pembinaan dapat lebih tepat sasaran.
Ke depan, sinergi BP3 PP dan Dinas Koperasi dan UKM diharapkan dapat berkembang melalui Forum Kewirausahaan Daerah serta berbagai program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.
BP3 PP Tangerang Selatan menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, perbankan, dan lembaga pembiayaan merupakan kunci untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat.
Melalui program Tangsel 1000, Business Matching, dan Networking Night, BP3 PP berharap semakin banyak pelaku usaha Tangerang Selatan yang naik kelas, memiliki legalitas, memperluas pasar, serta memperoleh akses permodalan yang lebih baik.
Editor : Glend













