Istana Cabut ID Card Wartawan CNN Indonesia Usai Pertanyaan Soal MBG, Ketum PWI: Menciderai Kebebasan Pers

- Penulis

Minggu, 28 September 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, katasatu.id – Kebebasan pers kembali menjadi sorotan publik setelah Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mencabut kartu liputan (ID card) wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia.

Keputusan ini menuai kontroversi lantaran diduga berkaitan dengan pertanyaan Diana mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Peristiwa pencabutan kartu liputan terjadi pada Sabtu (27/9/2025) malam. Petugas BPMI mendatangi kantor CNN Indonesia sekitar pukul 19.15 WIB untuk mengambil ID card Diana, tanpa memberikan surat keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan itu disebut dilakukan secara mendadak di luar jam kerja, sehingga memicu pertanyaan besar mengenai prosedur dan alasannya.

Baca Juga:  Satu Bulan Pascabencana Sumatra, Bantuan Kemanusiaan Pertamina Terus Mengalir

Menurut informasi yang beredar, pencabutan dilakukan lantaran pertanyaan Diana tentang program MBG dianggap di luar konteks agenda Presiden saat itu.

Namun, pihak CNN Indonesia menilai alasan tersebut tidak jelas dan meminta penjelasan resmi dari Istana.

“Redaksi CNN Indonesia sudah mengirimkan surat kepada BPMI Sekretariat Presiden untuk meminta klarifikasi. Kami menilai pencabutan ini tidak semestinya dilakukan, karena wartawan bekerja berdasarkan kode etik dan hak konstitusional,” tegas pernyataan resmi CNN Indonesia.

Reaksi Publik dan Lembaga Pers

Kasus ini langsung menuai perhatian Dewan Pers. Lembaga tersebut menegaskan bahwa setiap jurnalis memiliki hak untuk mencari dan menyampaikan informasi, termasuk di lingkungan Istana. Dewan Pers meminta BPMI segera memberi penjelasan agar polemik tidak melebar.

Baca Juga:  Jelang Libur Nataru 2025/2026, Kementerian PU Pastikan Kesiapan Tol Bocimi

Hal senada juga disampaikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). PWI menilai pencabutan ID card wartawan CNN Indonesia dapat mengganggu independensi pers sekaligus bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pers tidak boleh dihambat dalam menjalankan tugas jurnalistik. Pencabutan akses liputan tanpa alasan jelas bisa menciderai kemerdekaan pers,” tegas Ahmad Munir.

Implikasi Hukum dan Demokrasi

Sejumlah pakar hukum menilai tindakan pencabutan ID card ini bisa masuk kategori penghalangan kerja jurnalistik. Pasal 4 UU Pers menegaskan kemerdekaan pers, sementara Pasal 18 menyebut pihak yang menghambat kerja jurnalistik dapat dikenai sanksi pidana maupun denda.

Baca Juga:  Kepala BNN RI Lantik Pejabat Pratama, Tekankan Tiga Nilai Utama

Di sisi lain, publik menilai kejadian ini menjadi ujian awal bagi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjamin keterbukaan informasi dan menghormati kemerdekaan pers sebagai pilar demokrasi.

Seruan Transparansi

Kasus ini bukan hanya persoalan teknis administrasi, melainkan menyangkut komitmen negara terhadap kebebasan pers. CNN Indonesia dan komunitas jurnalis berharap akses liputan Diana segera dipulihkan, sekaligus ada penjelasan resmi dari Istana agar publik tidak terjebak dalam spekulasi.

(Entong Tangsel) 

Editor : Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita
PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek
Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar
KPK Bongkar Jejak ATM Penampung Setoran di BPN Jatim, Aliran Uang dari Kantah Diusut
Fasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong Terbongkar, Kalapas dan 4 Pejabat Dinonaktifkan
Nusron Wahid Tak Muncul di Sejumlah Agenda Usai OTT KPK, Ini Penjelasan ATR/BPN
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:14 WIB

KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Uang Rp1 Miliar Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:49 WIB

PLN EPI Mulai Kajian Sosial Proyek Gasifikasi Kupang, Petakan Potensi Ekonomi Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:48 WIB

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, JTT Lakukan Contraflow KM 21 s.d. KM 23 Arah Cikampek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

Habib Umar Alhamid Sebut Jokowi ‘Raja Jawa’ Bikin Malu Indonesia, Desak Prabowo Tak Lindungi Keluarganya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Rocky Gerung dan Gus Yahya Masuk Daftar

Berita Terbaru