Rusak Fungsi Saluran akibat Proyek Kabel Bawah Tanah, Warga Minta SDABMBK Tangsel Evaluasi dan Perbaikan

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dalam menata jaringan utilitas kabel udara menjadi kabel bawah tanah mendapat sorotan warga.

Proyek yang dilakukan di sejumlah ruas jalan strategis dinilai tidak sesuai aturan dan berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Adapun ruas jalan yang masuk dalam program relokasi bersama tersebut meliputi Jalan Kertamukti, Jalan Pahlawan, Jalan Surya Kencana–Reni Jaya, Jalan Jelupang Raya, Jalan Pondok Betung Raya, Jalan Villa Melati Mas Raya, hingga Jalan Rawa Buntu Utara.

Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan. Sejumlah utilitas box (Ubik) yang seharusnya berfungsi sebagai saluran air justru dirusak untuk menimbun kabel bawah tanah. Selain itu, pekerjaan finishing terlihat tidak maksimal sehingga dikhawatirkan berdampak pada kondisi infrastruktur kota.

Baca Juga:  Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan

Salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Ini sangat memprihatinkan, karena Ubik rusak dan akan mengganggu aliran air, terutama ketika hujan. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi genangan bahkan banjir,” ungkapnya.

” Warga setempat berharap pemerintah segera meninjau kembali pelaksanaan proyek dan memastikan pekerjaan sesuai dengan aturan teknis. Menurutnya, penataan kabel memang penting untuk memperindah kota dan mengurangi risiko bahaya kabel udara, tetapi tidak boleh mengorbankan fungsi saluran air yang vital bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ucapan Idul Adha Kanwil BPN Banten: Perkuat Kepedulian dan Solidaritas Sosial

Sejumlah warga lainnya juga menyuarakan hal serupa. Mereka meminta agar SDABMBK Kota Tangsel melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki titik-titik pekerjaan yang merusak fungsi saluran. Jika tidak, tujuan awal proyek untuk menata kota justru bisa berbalik menjadi masalah lingkungan baru.

(Rf)

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru