Main Layangan Berujung Maut, Bocah di Setu Tangsel Meninggal

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, katasatu.id – Suasana duka menyelimuti Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, setelah seorang bocah berusia 12 tahun meninggal dunia diduga akibat tersetrum listrik saat bermain layang-layang.

Korban diketahui bernama Rashka Dirly Putra P. Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (6/5/2026) menjelang waktu maghrib.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, kejadian bermula ketika korban bersama sejumlah temannya bermain layang-layang di sekitar lingkungan rumah. Layangan yang dimainkan kemudian tersangkut di tiang penerangan jalan umum (PJU).

Beberapa anak disebut tidak berani memanjat tiang tersebut. Namun korban nekat mencoba mengambil layangan yang tersangkut di bagian atas tiang.

“Teman-temannya enggak ada yang berani naik. Rashka akhirnya coba naik sendiri,” kata tante korban, Purwaningsih.

Baca Juga:  BPN Tangsel Tegaskan Tolak Pungli, Seto: Laporkan Jika Ada Pelanggaran

Belum lama memanjat, korban diduga tersengat arus listrik hingga terjatuh. Warga dan teman-temannya langsung berupaya menolong dengan membawa korban ke puskesmas.

Namun sayang, nyawa bocah yang masih duduk di bangku kelas enam Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu tidak berhasil diselamatkan.

“Sudah dibawa ke puskesmas, tapi kemungkinan memang sudah meninggal sejak di lokasi,” ujarnya.

Kejadian tersebut membuat keluarga sangat terpukul. Terlebih, korban diketahui sedang menjalani ujian sekolah.

Baca Juga:  Satu Wadah dalam Satu Profesi, Fresh Join Comunity Rayakan Hari Jadinya ke 1 dan Santunan Anak Yatim

Pihak keluarga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemeriksaan berkala terhadap fasilitas penerangan jalan umum demi mencegah kejadian serupa.

“Kalau bisa dicek rutin kondisi PJU-nya, jangan sampai membahayakan warga,” tutur Purwaningsih.

Ia berharap tragedi yang menimpa Rashka menjadi yang terakhir.

“Cukup ini saja, jangan ada korban lain lagi,” tutupnya.

Editor : Glend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katasatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan
BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan
Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai
500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat
Ratusan Botol Miras Diduga Raib dari Gudang Satpol PP Tangsel, Sebagian Disebut Sudah Dikembalikan
Turap Kali Jeletreng Diprotes Warga, Camat Setu Akui Sudah Tegur dan Lapor ke Dinas SDAMBK
Warga Protes Pembangunan Turap Kali Jeletreng Tangsel, Izin Proyek Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

BPI-KPNPA dan SJB Buka Ruang Dialog Soal Pelayanan Polisi, Aduan Dugaan Mafia Tanah Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

BPN se-Banten Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Wujud Komitmen Transparansi Layanan

Kamis, 5 November 2026 - 03:03 WIB

Responsif Terhadap Aduan, BPN Banten Gandeng Ombudsman Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIB

Balai Latihan POLIRAN Polda Banten di Serang Kantongi Sertifikat Hak Pakai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:54 WIB

500 Botol Miras Hasil Razia Sempat Raib, Oknum Satpol PP Tangsel Terancam Dipecat

Berita Terbaru