JAKARTA, katasatu.id — PT Air Minum Jaya (Perseroda) atau PAM JAYA terus memperluas layanan air minum perpipaan di Jakarta. Hingga Agustus 2026, cakupan layanan perusahaan telah mencapai 82,92%.
Capaian tersebut menjadi bagian dari langkah PAM JAYA mengejar target cakupan layanan air minum perpipaan 100% pada 2029.
Perluasan dilakukan melalui pembangunan jaringan perpipaan, peningkatan kapasitas sistem penyediaan air, hingga pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur untuk menjaga keandalan layanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang 2025, PAM JAYA mencatat sebanyak 72.666 sambungan baru. Penambahan sambungan tersebut menjadi salah satu indikator perluasan akses masyarakat terhadap layanan air minum perpipaan di Ibu Kota.
Kordinator Komunikasi (Korkom) PAM JAYA, Winda Oktavia, mengatakan perluasan cakupan layanan tidak hanya dilakukan dengan menambah jaringan, tetapi juga melalui penguatan kapasitas dan infrastruktur pendukung.
“PAM JAYA terus melakukan berbagai upaya untuk memperluas akses layanan air minum perpipaan. Penambahan jaringan dan sambungan pelanggan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas serta keandalan sistem,” ujar Winda.
Salah satu pengembangan infrastruktur dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portable Semanan yang diresmikan pada April 2026.
IPA Portable Semanan memiliki kapasitas 4 liter per detik dan saat ini melayani 295 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 202 pelanggan eksisting dan 93 pelanggan baru.
Menurut Winda, pembangunan infrastruktur seperti IPA Portable Semanan diperlukan untuk menjawab kebutuhan layanan di wilayah yang masih membutuhkan tambahan kapasitas penyediaan air.
“Pengembangan infrastruktur menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat dilayani secara bertahap. Kami juga terus melihat kebutuhan di masing-masing wilayah agar pengembangan jaringan dan kapasitas dapat dilakukan secara tepat,” katanya.
Hingga Agustus 2026, air yang didistribusikan PAM JAYA tercatat mencapai 23.001 liter per detik. Sementara total panjang jaringan perpipaan yang dikelola mencapai 13.088 kilometer.
Selain ekspansi jaringan, PAM JAYA juga melakukan penguatan tata kelola dan proses bisnis. Transformasi perusahaan menjadi PT Air Minum Jaya (Perseroda) pada 2026 diikuti dengan penguatan kelembagaan untuk mendukung pengembangan perusahaan dan peningkatan kualitas pelayanan.
BPBUMD DKI Jakarta menyebut transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat efektivitas operasional, tata kelola, inovasi, serta kapasitas perusahaan dalam menghadapi kebutuhan sektor pelayanan air minum yang semakin kompleks.
Di sisi pelayanan pelanggan, PAM JAYA juga mencatat peningkatan kinerja penanganan gangguan dan pengaduan. Pada periode 2024-2025, kinerja penanganan gangguan meningkat 4,03% dan masuk kategori baik.
Sementara kinerja penanganan layanan pengaduan melalui berbagai kanal PAM JAYA meningkat 8,06% dan masuk kategori sangat baik.
Peningkatan pelayanan tersebut turut didukung sejumlah program, di antaranya Kartu Air Sehat (KAS), sambungan gratis, serta berbagai program pelayanan lainnya.
Winda menegaskan, perluasan akses dan peningkatan kualitas pelayanan akan terus berjalan secara beriringan.
“Target 100% cakupan layanan pada 2029 tentu membutuhkan kerja yang berkelanjutan. Bukan hanya membangun jaringan baru, tetapi juga memastikan infrastruktur yang ada tetap andal, kapasitas terus ditingkatkan, dan pelayanan kepada pelanggan semakin baik,” ungkapnya.
Dengan cakupan yang telah mencapai 82,92%, PAM JAYA masih memiliki pekerjaan untuk memperluas akses layanan ke masyarakat yang belum terlayani jaringan perpipaan.
Pengembangan jaringan, peningkatan kapasitas, pemeliharaan infrastruktur, serta penguatan tata kelola menjadi sejumlah langkah yang disiapkan PAM JAYA untuk mengejar target 100% cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029.
Editor : Glend













